| Djoko Prastowo (ist) |
LAMPUNG ONLINE - Untuk memastikan kondisi jalan serta masalah keamanan di daerah perbatasan, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) telah melakukan penyisiran ke beberapa kabupaten kota. Hasilnya, masih banyak jalan yang belum layak untuk dilalui karena masih berlubang serta bergelombang dan membahayakan.
Karena itu, jajaran Polda Sumsel akan berkoordinasi dengan pihak terkait yakni dinas pekerjaan umum (PU) dan Jasa Marga, untuk merapikan jalan yang rusak dan daerah yang dianggap rawan longsor untuk segera diperbaiki.
"Di perbatasan Mesuji–Lampung yang akan dijadikan sebagai jalur utama para pemudik tahun 2016, dianggap masih belum siap untuk dilalui bagi para pemudik. Mulai dari jalur awal Kecamatan Lempuing, Mesuji hingga jembatan perbatasan Lampung, masih banyak jalan berlubang dan masih dalam kondisi perbaikan," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo, Senin (20/6/2016).
Oleh karenanya, dia berharap agar Dinas PU segera memperbaiki, sebab jika tidak diperbaiki selain membahayakan bagi pemudik juga akan jadi sarana warga yang memanfaatkan tempat tersebut, untuk meminta-minta dan tentu akan meresahkan.
"Kita harapkan tempat tersebut dalam waktu dekat sudah aman, sehingga masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman," ujar Djoko.
Sementara, untuk menjaga kenyamanan serta keamanan menjaga keamanan daerah rawan terutama di tempat yang jalannya mengalami kerusakan atau longsor, kapolda menyatakan akan memaksimalkan penempatan personel keamanan.
"Kita minta selain melakukan pengerasan yang sudah dilakukan secara rutin, PU juga harus segera melakukan penambalan titik jalan yang berlubang dan membahayakan pemudik," ungkap Djoko, seperti dilansir laman Sripoku.
Menurutnya menjelang arus puncak mudik lebaran 2016, pihaknya juga telah melakukan operasi pencegahan, mulai dari operasi bersinar, operasi senjata api, operasi pekat, hingga operasi binakusuma yang tujuannya adalah mencegah kemungkinan terjadinya tindak kriminal.
"Kegiatan operasi pendahuluan semacam ini mampu memberi rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa hingga pada saat mereka mudik menjelang lebaran nanti," kata Djoko. (*)
"Kita minta selain melakukan pengerasan yang sudah dilakukan secara rutin, PU juga harus segera melakukan penambalan titik jalan yang berlubang dan membahayakan pemudik," ungkap Djoko, seperti dilansir laman Sripoku.
Menurutnya menjelang arus puncak mudik lebaran 2016, pihaknya juga telah melakukan operasi pencegahan, mulai dari operasi bersinar, operasi senjata api, operasi pekat, hingga operasi binakusuma yang tujuannya adalah mencegah kemungkinan terjadinya tindak kriminal.
"Kegiatan operasi pendahuluan semacam ini mampu memberi rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa hingga pada saat mereka mudik menjelang lebaran nanti," kata Djoko. (*)