![]() |
| I Kadek Sumarta (ist) |
BANDAR LAMPUNG - Beberapa warga Bandar Lampung mengeluhkan besaran tarif angkutan kota (angkot) Rp4.000 untuk sekali jalan. Padahal harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium terus mengalami penurunan.
Salah satu pengguna angkutan massal tersebut, Yunike Putri, mengaku ia harus merogoh kocek agak dalam ketika beraktivitas dengan menggunakan angkot, karena harga yang tak kunjung turun padahal BBM turun juga.
"Sekali naik angkot Rp4.000, padahal harga BBM turun, kalau ngasih duit besar ada kembali Rp500-Rp1.000 kadang enggak dikembaliin, dan ngetemnya juga lama," kata gadis berhijab itu, Sabtu (11/6/2016).
Warga lainnya, Aksal Yunizal, mengatakan tidak ada sosialisasi atau tarif resmi yang diumumkan Dinas Perhubungan Kota, maupun supir angkot itu sendiri, jadi penumpang hanya bayar.
"Itu enggak ada tulisan berapa sekali bayar, jadi kita langsung diminta Rp4.000, minimal ditempel tariflah biar kita tahu," kata pelajar SMTI Bandar Lampung tersebut, seperti dilansir Lampost.
Terpisah, Kadishub Kota Bandar Lampung I Kadek Sumarta ketika dikonfirmasi mengatakan sebenarnya tarif angkot resmi saat ini sekitar Rp2.000-Rp3.000, namun memang belum ada sosialisasi secara resmi kepada masyarakat karena sepertinya warga juga sudah paham.
Senin nanti dia akan memanggil para pengusaha angkot agar mereka segera memasang pamflet tarif resmi angkot.
"Tarif resminya seingat saya Rp2.000-Rp3.000, cuma memang sosialisasinya enggak masif, nanti Senin saya akan komunikasi kepada pengusaha angkot agar memasang tarif resmi dan ditempel," katanya.
I Kadek mengatakan kenaikan tarif sepihak oleh sopir angkot karena berbagai faktor, salah satunya naiknya harga sembako dan sparepart kendaraan walaupun harga BBM cenderung turun.
"Sopir juga naikin harga sepihak karena sembako mahal, ongkos sparepart juga naik sedangkan harga BBM turun pengaruhnya enggak signifikan pada harga-harga yang lain," pungkasnya. (*)
