![]() |
| (foto: istimewa) |
BANDAR LAMPUNG – Saat ini, kemacetan arus lalu lintas di Bandar Lampung cukup parah, akibat rekayasa lalu lintas yang dilakukan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN. Guna mengurai kemacetan di beberapa titik di ibukota Lampung itu pihak Dinas Perhubungan (Dishub) setempat melakukan rekayasa lalu lintas (lalin).
Untuk itu mulai Rabu (29/6/2016), Dishub akan menutup sejumlah ruas jalan. Hal ini diputuskan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN saat meninjau sejumlah titik kemacetan, Selasa (28/6).
"Salah satu rekayasa lalin adalah kendaraan dari arah Jalan Raden Intan tidak bisa lagi masuk ke Jalan Kamboja di samping BRI. Jalan ditutup hingga H+7 Lebaran," jelas Kepala Dishub Kota Bandar Lampung, I Kadek Sumarta.
Rekayasa lainnya, kendaraan dari arah Bukit Randu akan melintasi Jalan Kamboja dan tidak diperbolehkan melewati jalan yang menuju arah Rawalaut.
"Salah satu rekayasa lalin adalah kendaraan dari arah Jalan Raden Intan tidak bisa lagi masuk ke Jalan Kamboja di samping BRI. Jalan ditutup hingga H+7 Lebaran," jelas Kepala Dishub Kota Bandar Lampung, I Kadek Sumarta.
Rekayasa lainnya, kendaraan dari arah Bukit Randu akan melintasi Jalan Kamboja dan tidak diperbolehkan melewati jalan yang menuju arah Rawalaut.
“Kalau yang dari Bukit Randu langsung ke arah BRI, nggak boleh ke arah SMA Arjuna,” imbuh dia.
Sedangkan untuk Jalan Gajah Mada, kendaraan yang melintas boleh masuk ke tiap gang di sekitarnya. Tapi, hal tersebut tidak berlaku bagi kendaraan yang berada di dalam gang untuk keluar ke arah Jalan Gajah Mada.
Sedangkan untuk Jalan Gajah Mada, kendaraan yang melintas boleh masuk ke tiap gang di sekitarnya. Tapi, hal tersebut tidak berlaku bagi kendaraan yang berada di dalam gang untuk keluar ke arah Jalan Gajah Mada.
“Dishub akan menempatkan petugas-petugas dan sejumlah alat peraga untuk kesuksesan rekayasa lalin ini,” paparnya.
Kadek juga mengimbau, untuk warga yang akan berbelanja di Pasar Bambu Kuning jika ingin menyeberang harus menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO). Selain membahayakan diri sendiri, menyeberang di jalan juga menjadi penyebab kemacetan.
“Bisa dibayangkan saja, kalau tiap orang menyeberang minimal memakan waktu 30 detik, apa nggak menimbulkan kemacetan. Makanya masyarakat kalau mau menyebrang menggunakan JPO yang telah disediakan,” tutur dia, seperti dilansir Radarlampung.
Sementara, Wali Kota Herman HN menambahkan, menghadapi kondisi jalan yang semakin padat dirinya mengimbau masyarakat mampu membaca situasi.
“Setidaknya mereka tahu ada saat tertentu beberapa jalan memang rawan macet seperti Jalan RA Kartini, Raden Intan, dan Teuku Umar,” imbuhnya.
Kepala Banpol PP Bandar Lampung Cik Raden pun menyatakan siap mengamankan kebijakan ini. Dia menjelaskan pihaknya telah menurunkan ratusan personel untuk mengawasi kondisi lalin di seluruh ruas jalan di Bandar Lampung.
Kepala Banpol PP Bandar Lampung Cik Raden pun menyatakan siap mengamankan kebijakan ini. Dia menjelaskan pihaknya telah menurunkan ratusan personel untuk mengawasi kondisi lalin di seluruh ruas jalan di Bandar Lampung.
“Petugas lebih banyak ditempatkan di ruas jalan yang rawan terjadi kamacetan seperti disebutkan Pak Wali,” ujar dia. (*)
