LAMPUNG ONLINE - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla ingin membangun seluruh wilayah Indonesia dari pinggiran terlebih dahulu. Hal ini terlihat dari digenjotnya pembangunan infrastruktur. Tengok saja misalnya proyek Tol Trans Sumatera, Jawa, bahkan hingga Papua.
Namun menurut mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Anwar Nasution, proyek pembangunan Tol Trans dari Sabang sampai Merauke tersebut tidak ada gunanya. Soalnya, kata Anwar, proyek ini kelak tidak akan dimanfaatkan secara optimal oleh penduduk setempat.
Bahkan, pembangunan infrastruktur ini dipandangnya juga hanya dalam rangka membuang-membuang APBN saja.
"Seluruh anggaran Jokowi ini enggak pernah betul membangun infrastruktur apa dan di mana. Tol Trans Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, apa yang mau diangkut? Dan siapa yang diangkut?" ujarnya di Jakarta, Jumat (17/6/2016).
"Belanda itu dulu membangun kereta api di Jawa, Sumatera untuk apa? Untuk ngangkut hasil kebun, tambang. Kalau di Jawa, angkut orang," lanjut dia, seperti dilansir Okezone.
Selain itu, Anwar juga menyinggung soal proyek kereta kereta cepat (high speed train/HST) Jakarta-Bandung yang saat ini sedang berjalan.
Proyek yang baru di-groundbreaking pada Januari ini juga dianggap terlalu menelan banyak biaya dan harga tiket yang dipatok juga terlalu mahal dan tidak terjangkau bagi masyarakat golongan menengah.
"Kereta Jakarta-Bandung, mahal sekali itu. Enggak sanggup orang seperti kalian-kalian bayar itu," tukas dia. (*)
"Kereta Jakarta-Bandung, mahal sekali itu. Enggak sanggup orang seperti kalian-kalian bayar itu," tukas dia. (*)
