LAMPUNG ONLINE - Polri masih berupaya mengungkap identitas jenazah korban mutilasi di Sumatera Selatan, diduga anggota DPRD Bandar Lampung yang hilang, Muhammad Pansor (47). Polri sudah tiga kali melakukan tes DNA untuk mengungkap identitas jenazah.
"Kita sudah tiga kali running (tes DNA) untuk sampel korban. Itu belum ketemu DNA-nya. Kita akan secepatnya, ini sudah yang ketiga kali," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Arthur Tampi saat dihubungi wartawan, Selasa (24/5/2016).
Dia menjelaskan, pemeriksaan DNA memang butuh waktu lama. Berbeda halnya dengan pemeriksaan golongan darah yang hasilnya bisa diketahui dengan cepat.
"Kalau sampel pembanding sudah dapat dari ibu, istrinya, dan anaknya, itu secepatnya (bisa teridentifikasi)," ujar Arthur.
"Tetapi yang kerangka itu kan kadang-kadang sudah running, sudah ambil dari bagian tulang, tetap enggak ada sel-nya. Ulang lagi dari awal, cari di tempat lain," sambungnya, seperti dilansir Detik.
Arthur menambahkan, ada sejumlah sampel yang dikirim Polda Sumatera Selatan ke Mabes Polri untuk diteliti. Di antaranya seperti kerangka, rambut dan gigi dari jenazah korban mutilasi.
"Itu kita periksa," ucapnya.
Sementara itu, Polda Lampung belum memberikan jawaban pasti saat dikonfirmasi apakah anggota DPRD Bandar Lampung yang dilaporkan hilang itu sudah ditemukan.
"Kami cek dulu perkembangannya," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyanigsih dalam pesan singkatnya hari ini.
Polda Sumsel sebelumnya mengatakan mayat korban mutilasi itu ditemukan di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel pada 19 April 2016 lalu. Namun pihaknya belum dapat memastikan soal adanya informasi yang menyebut jenazah itu merupakan anggota DPRD Lampung, Muhammad Pansor, yang dilaporkan hilang.
"Kita tunggu hasil tes DNA (untuk memastikannya)," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Djarod Padavoka melalui pesan singkatnya, Selasa (10/5/2016) lalu. (*)
