![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG - Jaringan orang dengan HIV dan AIDS Berdaya (JOB) akan menggelar Malam Renungan Aids Nusantara (MRAN) 2016 dengan tema 'Bersama dalam Keberagaman' di Tugu Adipura, Bundaran Gajah, Bandar Lampung, Sabtu (28/5/2016).
Pihak JOB
berharap banyak pihak yang mendukung dan berpartisipasi dalam
kegiatan ini dan Kampanye Nol Diskriminasi 2020 yang diusung oleh JOB
bisa terealisasi dengan menggalang dukungan banyak pihak.
"Malam Renungan AIDS Nusantara ini bertujuan untuk menyatukan semua orang dalam memikirkan dan merenung untuk menuntaskan epidemi AIDS yang sudah banyak mengambil nyawa manusia di dunia," ujar Koordinator JOB, Elvina Harahap SH, dalam keterangan tertulisnya kepada Lampungonline, Kamis (26/5/2016).
Dengan MRAN ini, lanjut dia, kita diajak juga untuk memberi dukungan kepada orang dengan HIV dan AIDS (Odha) dan orang yang hidup dengan HIV dan AIDS (Ohidha).
"Melalui renungan AIDS kita diajak bukan saja untuk peduli terhadap masalah AIDS, tetapi melalui renungan kita diajak untuk mengambil langkah-langkah penuntasan. Jadi MRAN bisa mengubah stigma dan diskriminasi yang ada menjadi tekad dan tindakan yang membawa perubahan," jelas Elvina.
Penyelenggaraan MRAN ini juga berfungsi sebagai kampanye mobilisasi masyarakat yang penting untuk meningkatkan kesadaran sosial tentang HIV dan AIDS, memecah hambatan dan tantangan terhadap Stigma dan Diskriminasi dan memberikan harapan baru dalam upaya gobal mengurangi infeksi baru HIV dan kematian serta peningkatan kualitas kehidupan bagi masa depan yang lebih baik.
Penyelenggaraan MRAN ini juga berfungsi sebagai kampanye mobilisasi masyarakat yang penting untuk meningkatkan kesadaran sosial tentang HIV dan AIDS, memecah hambatan dan tantangan terhadap Stigma dan Diskriminasi dan memberikan harapan baru dalam upaya gobal mengurangi infeksi baru HIV dan kematian serta peningkatan kualitas kehidupan bagi masa depan yang lebih baik.
"Berbagai kegiatan yang dilakukan secara global dengan menyadari bahwa penuntasan AIDS harus dilakukan secara komprehensif, melalui kegiatan promotif, preventif, serta penangannya harus bersinergis yang dilakukan dalam wujud keterlibatan dan kepedulian bersama," kata Elvina.
MRAN adalah kegiatan yang diharapkan mampu melahirkan proses perjuangan masyarakat dan menjadi refleksi dari berbagai kegiatan-kegiatan yang kita lakukan selama ini dalam penuntasan HIV dan AIDS, baik dari segi akses kesehatan, kapasitas layanan, dan masalah-masalah di kehidupan manusia yang mencakup aspek sosial dan HAM. MRAN juga merupakan tonggak peringatan penuntasan HIV dan AIDS di negara Indonesia tercinta.
MRAN adalah kegiatan yang diharapkan mampu melahirkan proses perjuangan masyarakat dan menjadi refleksi dari berbagai kegiatan-kegiatan yang kita lakukan selama ini dalam penuntasan HIV dan AIDS, baik dari segi akses kesehatan, kapasitas layanan, dan masalah-masalah di kehidupan manusia yang mencakup aspek sosial dan HAM. MRAN juga merupakan tonggak peringatan penuntasan HIV dan AIDS di negara Indonesia tercinta.
"Untuk itu renungan ini tidak hanya sekedar merenung, namun harus jadi tekad kita dari hati yang paling dalam untuk berbuat sesuatu untuk penuntasan HIV dan AIDS serta tentunya tidak lepas daru dukungan dan kepedulian semua pihak," ujar Elvina.
Malam Renungan AIDS Nusantara merupakan kegiatan kemasyarakatan yang diselenggarakan setiap tahun
(biasanya dalam bulan Mei) secara serentak di seluruh dunia.
Di
Indonesia kegiatan ini sudah ada sejak tahun 1991, namun baru pada
tahun 1996 penyelenggaraan MRAN menjadi meluas hampir ke seluruh
provinsi di Indonesia. Kegiatan yang bersifat non politis, mengajak
semua orang untuk sementara waktu melupakan kesibukannya dan melakukan
renungan AIDS. (fik)
