Notification

×

Kunjungi Rumah Anak Dibunuh di Lampung, Kak Seto Lapor ke Kementerian

18 May 2016 | 22:37 WIB Last Updated 2017-05-25T06:42:34Z
Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto. (ist)

LAMPUNG TIMUR - Ketua Dewan Konsultatif Nasional Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto berkunjung ke rumah keluarga korban pemerkosaan dan pembunuhan pelajar SD di Lampung Timur berinisial Ms (10), di Desa Labuhan Ratu VII Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Selasa (17/5/2016).

“Kami dari Komnas Perlindungan Anak memberi perhatian khusus terhadap kasus ini, menyusul adanya beberapa kasus serupa terjadi di sejumlah daerah, dan saya juga terkejut pada beberapa wilayah di Provinsi Lampung ini banyak terjadi kasus seperti ini,” ujar Kak Seto.

Menurut Ketua KPAI itu, terhadap kasus Ms yang hingga kini belum terungkap pelakunya, pihaknya memberikan dukungan moral kepada pihak kepolisian, khususnya Polres Lampung Timur dalam mengungkap kasus tersebut.

“Kami akan segera bertemu dengan Kapolres Lampung Timur untuk mengetahui sejauh mana langkah-langkah yang belum dan sudah digali, ini bukan intervensi tapi dukungan moril agar polisi melibatkan saksi-saksi yang belum digali sehingga dapat segera digali,” kata Kak Seto.

KPAI juga akan menyampaikan sejumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di Provinsi Lampung kepada kementerian terkait, seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), agar menjadi perhatian kementerian tersebut terhadap kasus kekerasan seksual kepada anak di provinsi ini.

“Dengan harapan adanya pemberdayaan kepada masyarakat dari kementerian terkait agar masyarakat diaktifkan, sehingga tidak ada celah tindak kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi,” ujar Kak Seto.

Dalam kunjungannya di rumah keluarga korban Ms itu, Kak Seto bertemu dan berbincang langsung dengan ayah dan ibunda korban Ms.

Kepada Ketua KPAI ini, ibunda Ms menyampaikan harapan agar pelaku pembunuh anaknya segera ditangkap.

“Saya ingin pelaku cepat ditangkap, biar saya tenang, makan bisa enak dan keluarga enak,” kata ibunda M kepada Kak Seto, seperti dilansir laman Kabarna.

Namun karena tak kuat menahan kesedihannya di hadapan Kak Seto, ibunda M pun sempat jatuh pingan.

Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Bandar Lampung M Hamami SH, pihak yang memberikan bantuan hukum terhadap keluarga korban Ms, menyayangkan kinerja kepolisian hingga saat ini belum menemukan titik terang pengungkapan kasus dialami Ms tersebut.

Menurutnya, dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi belum sepenuhnya menggali saksi-saksi lain yang bisa dijadikan celah dalam pengungkapannya.

“Sepertinya sampai sekarang, ada informasi-informasi yang belum tersampaikan kepada kepolisian, karena itu PBH selain mendampingi keluarga korban, juga akan bekerjasama dengan kepolisian membantu untuk mempertegas dan membuat terang kasus ini,” ujar Hamami. (*)