![]() |
| (foto: tribunlampung) |
LAMPUNG - Tim inventarisir kerugian Pemerintah Kabupaten Pringsewu terjun ke lokasi kebakaran Pasar Induk Pringsewu, Rabu (18/5/2016). Berdasar pendataan sementara tim, jumlah korban peristiwa kebakaran sebanyak 10 pedagang, dengan 13 kios.
"Total kerugiannya mencapai miliaran rupiah," ujar Kepala UPT Pasar Sugeng Pramono.
Lebih lanjut, Riyanto, salah seorang keamanan pasar menceritakan bahwa kebakaran itu sekitar pukul 21.45 WIB, Selasa (17/5). Malam itu dia sedang duduk-duduk di pelataran parkir sebelah timur.
Dia melihat ada nyala api terang yang dari arah tengah bagian depan. Ia pun beraksi dengan berlari ke arah sumber api. Saat itu dia bertiga berusaha memadamkan api dengan apar. Namun apa daya, apar tersebut tidak mampu menanggulangi api.
Selanjutnya, damkar dari BPBD Pringsewu datang setelah menerima informasi. Dua unit damkar pun kualahan menanggulangi api. Api bisa ditanggulangi setelah bantuan damkar dari Tanggamus, Pesawaran dan Bandarlampung sekira pukul 00.00 WIB, seperti dilansir Tribunlampung.
Pemkab Belum Ambil Langkah
Dia melihat ada nyala api terang yang dari arah tengah bagian depan. Ia pun beraksi dengan berlari ke arah sumber api. Saat itu dia bertiga berusaha memadamkan api dengan apar. Namun apa daya, apar tersebut tidak mampu menanggulangi api.
Selanjutnya, damkar dari BPBD Pringsewu datang setelah menerima informasi. Dua unit damkar pun kualahan menanggulangi api. Api bisa ditanggulangi setelah bantuan damkar dari Tanggamus, Pesawaran dan Bandarlampung sekira pukul 00.00 WIB, seperti dilansir Tribunlampung.
Pemkab Belum Ambil Langkah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu masih menunggu hasil pendataan dari tim untuk menentukan langkah selanjutnya. Apakah nanti pasar pemerintah ini akan direnovasi sekaligus, atau hanya akan perbaikan tempat yang terbakar saja.
"Nunggu pendataan, nanti akan kami tindaklanjuti apakah mau dibangun kembali atau hanya renovasi," ujar Sekretaris Kabupaten Pringsewu Budiman di Pasar Induk Pringsewu.
Berkaitan dengan terkendalanya armada pemadam kebakaran yang kewalahan memadamkan api, Budiman memastikan ada rencana penambahan. Menurutnya, kalau bisa satu kecamatan ada satu damkar.
Namun, dia mengaku akan melihat ketersediaan dananya terlebih dahulu. Mengingat, lanjut dia, anggaran satu unit damkar berkisar Rp 1,2 - 1,5 miliar.
Selain itu, lanjutnya, sudah ada momerandum of undersranding (MoU) antar daerah dalam rangka penanggulangan bencana. Diketahui, api bisa dipadamkan setelah datang bantuan damkar dari Tanggamus, Pesawaran, dan Bandar Lampung. (*)
"Nunggu pendataan, nanti akan kami tindaklanjuti apakah mau dibangun kembali atau hanya renovasi," ujar Sekretaris Kabupaten Pringsewu Budiman di Pasar Induk Pringsewu.
Berkaitan dengan terkendalanya armada pemadam kebakaran yang kewalahan memadamkan api, Budiman memastikan ada rencana penambahan. Menurutnya, kalau bisa satu kecamatan ada satu damkar.
Namun, dia mengaku akan melihat ketersediaan dananya terlebih dahulu. Mengingat, lanjut dia, anggaran satu unit damkar berkisar Rp 1,2 - 1,5 miliar.
Selain itu, lanjutnya, sudah ada momerandum of undersranding (MoU) antar daerah dalam rangka penanggulangan bencana. Diketahui, api bisa dipadamkan setelah datang bantuan damkar dari Tanggamus, Pesawaran, dan Bandar Lampung. (*)
