Notification

×

Kapolda Lampung: Utang dan Wanita Motif Anggota Dewan Pansor Dimutilasi

30 May 2016 | 19:49 WIB Last Updated 2016-05-30T12:50:52Z
Ike Edwin (dok LO)

LAMPUNG - Dari hasil uji sampel DNA di Mabes Polri, diketahui mayat mutilasi yang ditemukan di OKU Timur, Sumatera Selatan adalah anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor, yang dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 15 April lalu.

Walaupun penyebab kematian M Pansor belum terungkap, namun Polda Sumsel bekerja sama dengan Polda Lampung terus melakukan penyelidikan dan mencari tahu sebab mayat anggota dewan tersebut dibunuh dan dimutilasi.

Jika benar jasad M Pansor dimutilasi, tak sekadar motif dan penyebab kematian saja yang kini menjadi PR bagi polisi. Pelaku yang menyebabkan kematian M Pansor juga harus diseret ke meja hijau.

Sebelumnya, pada Sabtu (14/5/2016), Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin mengatakan, misteri hilangnya Muhammad Pansor, kian menemui titik terang. Hasil penyelidikan sementara kepolisian, motif hilangnya M Pansor terkait persoalan utang dan wanita.

"Petugas terus mendalami keterkaitan hilangnya Pansor dan adanya penemuan potongan tubuh di Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan," jelasnya

Pansor dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 15 April lalu. Dalam laporan itu disebutkan bahwa sebelum hilang, Pansor sempat pamitan untuk mengikuti rapat PDIP di Jakarta. 

Sekitar dua pekan kemudian, atau Rabu (4/5) pekan lalu, warga OKU Timur digegerkan penemuan potongan tubuh berupa sepasang kaki, kepala, dan tulang belulang. Di kaki bagian kanan mayat itu, terdapat luka bakar.

Hasil otopsi Dokkes Polda Sumsel, potongan kepala dan sepasang kaki manusia itu diduga dimutilasi menggunakan senjata tajam berupa parang.

Ada dugaan potongan tubuh itu adalah Pansor, yang dilaporkan hilang pada 15 April. Keluarga Pansor lalu mengecek potongan tubuh tersebut, namun kesulitan karena wajahnya sudah tidak bisa dikenali. Untuk memastikan identitas mayat itu adalah Pansor, polisi melakukan tes DNA terhadap mayat tersebut dan keluarga Pansor.

Dugaan sementara terkait motif hilangnya Pansor, kata Kapolda, adalah utang piutang dan perempuan.

"Motifnya (hilangnya Pansor) persoalan utang piutang dan perempuan. Itu sedang kita dalami dan kembangkan. Namun, semuanya tetap harus menunggu hasil resmi tes DNA dari Mabes Polri," kata Kapolda, Sabtu (14/5), seperti dilansir Tribunlampung.

Bukan Motif Politik

Menurut Dang Ike, sapaan akrab Ike Edwin, berdasarkan hasil penyelidikan sementara hanya dua motif itu yang diketahui. Sedangkan motif mengenai persoalan Pansor dalam dunia politik atau pemerintahan, tidak sampai berakibat terjadinya pembunuhan.

Kendati demikian, Dang Ike belum bisa menyampaikan secara rinci mengenai misteri hilangnya politisi PDIP tersebut. Termasuk hasil pendalaman kasus yang mengarah kepada calon tersangka.

"Nanti begitu sudah jelas semuanya akan kita ungkapkan. Yang pasti penyelidikan petugas terus berjalan. Nah, kalau kita sampaikan hingga ke arah siapa pelakunya. Nanti dikhawatirkan kabur pelakunya, yang tadinya masih di Lampung jadi menghilang," kata Ike.

Diketahui bahwa Pansor terakhir kalinya bertemu keluarga pada 15 April. Saat itu, Pansor pamit mau mengikuti rapat PDIP di Jakarta terkait pilkada. Pansor pergi dari rumah mengendarai mobil. Setelah itu, pihak keluarga kehilangan kontak dengan Pansor.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Lampung, Suhardi Buyung, membenarkan ada pertemuan dalam rangka pilkada di DPP PDIP pada 14-15 April lalu. Pertemuan itu beragendakan pemaparan hasil survei di lima kabupaten/kota di Lampung.

Buyung menyebutkan bahwa Pansor tidak ada dalam pertemuan itu. Pasalnya, rapat tersebut hanya dihadiri delegasi kader yang akan menyelenggarakan pilkada.

"Rapat di DPP PDIP pada waktu itu tidak ada Pansor. Karena kan tidak ada hubungannya dia sebagai anggota dewan Kota Bandar Lampung. Sementara (pertemuan) itu untuk kader yang akan menghadapi pilkada," terang Suhardi Buyung, saat dihubungi, Sabtu malam.

Buyung mengatakan, PDIP telah mengambil kebijakan untuk menyelidiki hilangnya kader partai berlambang partai tersebut. "Selain itu, kita juga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian," kata dia. (*)