Notification

×

Ini Penjelasan Soal Gempa yang Terjadi di Lampung

03 May 2016 | 21:29 WIB Last Updated 2016-05-03T14:29:02Z

LAMPUNG ONLINE - Gempa di Lampung dengan kekuatan magnitudo 5,8 yang mengguncang Senin tengah hari (2/5/2016), berasal dari zona subduksi atau penunjaman lempeng Indo-Australia ke lempeng Eurasia. 

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan letak pusat gempa berada dekat dengan zona sesar Sumatera.

“Tidak terlalu signifikan (pengaruh ke aktivitas sesar) karena magnitudo gempanya tidak terlalu besar,” katanya, seperti dilansir Tempo, Rabu (3/5/2016).

Menurut Daryono, dari segi lokasi, sesar Sumatera berada di bagian permukaan, sementara zona subduksi jauh di dalam. 

Gempa yang terasa pada pukul 11.21 WIB tersebut berpusat di daratan dengan kedalaman 127 kilometer. Lokasinya 28 kilometer arah barat daya Kabupaten Tanggamus, Lampung Tengah, dekat Taman Nasional Bukit Barisan.

Karena hiposenter gempa Lampung berada di kedalaman menengah, getarannya memiliki spektrum yang cukup luas. Selain di Lampung, getarannya tercatat hingga Tangerang, Jakarta, dan Bandung, dalam skala intensitas I-II MMI.

Pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, juga memperkirakan gempa Lampung dari zona subduksi tidak berdampak ke sesar Sumatera. 

“Beda dengan gempa subduksi lain yang lapisannya naik ke atas, ini turun ke bawah atau normal. Kemungkinannya tipis memicu aktivitas sesar Sumatera,” kata Irwan.

Menurut Irwan, gempa di Lampung dengan kedalaman menengah sebesar magnitudo 5,8, terasa secara luas dengan guncangan yang tidak terlalu keras. Gempa itu juga dinilainya tidak terlalu merusak bangunan. Walau begitu, dia mengingatkan bahwa Pulau Sumatera khususnya berpotensi dan rawan gempa. (*)