![]() |
| Polisi membekuk terduga pelaku Riswanto, (foto: lampost) |
MESUJI - Ini peringatan bagi orangtua agar tak mudah mengizinkan anak yang belum cukup umur mengendarai motor. Yoga Putra (10) dtitemukan tewas di perkebunan sawit di Desa Adi Luhur, Kecamatan Pancajaya, Mesuji, Jumat (27/5/2016). Ironisnya, warga Desa Adi Mulyo ini tewas dengan leher terikat di pohon sawit.
Anak kelas 3 SD ini ditemukan tanpa nyawa mengenakan celana pendek berwarna kuning. Bocah yang diduga korban pembegalan ini pertama kali ditemukan Heri (18) warga setempat, Jumat, pukul 8.30 wib saat akan menderes karet.
"Wajah koban banyak berlumuran darah dan leher tergantung. Saya langsung melaporkan ini ke kepala Desa Adi Luhur dan setengah jam kemudian banyak polisi dan TNI datang kemari," kata Heri.
Sebelumnya, Yoga dinyatakan hilang sejak Kamis (26/5) malam. Terakhir ia terlihat pergi dengan menggunakan motor Honda Beat putih-biru. Warga sekitar mencari korban hingga dini hari, tapi tidak ditemukan.
Polres Mesuji langsung bergerak cepat usai mendapatkan informasi adanya bocah yang menjadi korban pembegalan. Polisi mendatangani rumah yang diduga sebagai pelaku begal, Riswanto (17).
Namun, di rumah tersangka polisi hanya menemukan Ayah Riswanto. Saat penggeledahan dilakukan, Ris terlihat dalam perkebunan karet di depan rumahnya.
Melihat polisi, tersangka langsung melarikan diri. Polisi bersama babinsa langsung melakukan pengejaran. Ris berlari cukup jauh hingga 2 Km, tapi akhirnya bisa diringkus petugas dan langsung dibawa ke Mapolres Mesuji untuk dimintai keterangan, seperti dilansir Lampost.
Kepala Satuan Reskrim Polres Mesuji AKP Zainul menjelaskan, dari oleh tempat kejadian perkara (TKP) polisi mengamankan dua pasang sendal jepit, uang Rp2.000, celana pendek warna kuning garis putih, celana dalam warna Ungu, dan baju kemeja abu-abu bergaris hitam.
"Hasil keterangan dokter, korban (Yoga) diduga meninggal karena kekurangan oksigen akibat dijerat di leher. Dan di dubur korban terdapat lecet serta darah yang diduga bekas benda tumpul. Untuk kasus ini kami masih melakukan pengembangan," jelasnya.
Dari terduga pelaku yang ditangkap, Riswanto, polisi langsung melakukan pengembangan dan pengejaran pelaku lain di Sungai Sodong.
"Semua sudah bergerak, kita tunggu saja hasilnya," kata Zainul.
Kapolres Mesuji AKBP Purwanto Puji Sutan mengatakan, polisi masih mengejar pelaku lain. Dengan menangkap pelaku lain, maka kasus ini menjadi terang dan bisa terungkap modusnya. (*)
