![]() |
| (ilustrasi/ist) |
BANDAR LAMPUNG - Masih ingat dengan ibu yang tega membakar anaknya karena kesal dan frustasi kerap bertengkar dengan suaminya? Setelah sempat mendapat perawatan, Nova Aulia (14) warga Perumahan Bukit Kemiling Permai, Bandar Lampung, meninggal dunia, Sabtu (28/5/2016) sore di Rumah Sakit Bintang Amin.
Kabar kematian Nova ini dibenarkan aparat kepolisian. Kapolsek Tanjung Karang Barat Komisaris Heru Adrian, yang mengatakan korban meninggal dunia adalah Nova.
"Ya benar tadi sore meninggal dunia," ujar Heru saat dihubungi.
Sebelumnya, Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Hari Nugroho membenarkan adanya peristiwa bakar diri di Perumahan Bukit Kemiling Permai pada Selasa (17/5) sore.
Menurut Hari, ada empat korban mengalami luka bakar, yang merupakan satu keluarga. Mereka adalah Amson Saptoni (ayah), Dewi Kospita (ibu), dua anaknya Cindi (18) dan Nova Aulia (14). Menurut Hari, bakar diri ini diawali dari sang ibu yang membakar kedua anaknya sedang tidur.
Hari mengutarakan, Amson dan Dewi selama ini sering bertengkar karena ada masalah rumah tangga. Pertengkaran ini diketahui oleh kedua anaknya.
“Sepertinya istrinya ini frustasi dengan masalah tersebut,” ujar Hari, Rabu (18/5).
Puncaknya, Dewi membakar kedua anaknya yang sedang tidur di dalam kamar. Setelah membakar kedua anaknya, Dewi menyiram dirinya dengan bensin lalu membakar dirinya sendiri.
Menurut Hari, kedua anak yang terbakar ini berteriak. Teriakan ini didengar oleh Amson yang sedang tidur di dalam kamarnya. Dia lalu keluar kamar mencoba memadamkan api yang menyala di tubuh kedua anak dan istrinya, seperti dilansir Tribun-medan.
“Setelah itu baru datang warga sekitar yang ikut membantu memadamkan api,” ujar dia.
Menurut Hari, luka paling parah dialami oleh Cindi dan Nova. Hari memperkirakan, luka bakar di kedua anak itu mencapai 70 persen. Sedangkan Dewi hanya mengalami luka bakar di punggung dan Amson mengalami luka bakar di kedua telapak kakinya.
Menurut Ketua RT setempat Sutarno, keluarga yang terbakar adalah keluarga Amson.
"Amson ini bekerja sebagai sipir Lapas Rajabasa," ujar Sutarno, Selasa malam.(*)
