![]() |
| Nasrianto Effendi (kanan) } foto: facebook |
METRO – Daripada menggunakan sistem pengelolaan yang dilakukan selama ini dengan menggunakan sistem target, secara prinsip pengelolaan retribusi parkir menggunakan sistem swastanisasi di Kota Metro, Lampung akan lebih baik.
"Dengan dikelola pihak swasta akan dapat mengurangi tingkat kebocoran PAD parkir di Kota Metro. Tentu saja tetap harus dilaksanakan dengan sistem dan manajemen parkir yang benar dan sesuai dengan perda yang telah dibuat," ujar anggota Komisi I DPRD Metro, Nasrianto Effendi, Jumat (1/4/2016).
Selanjutnya, sambung dia, yang perlu diperhatikan adalah model manajemennya, harus dilakukan secara terbuka, mulai dari pelelangan dilakukan secara terbuka, kemudian mulai berfikir untuk menentukan PAD parkir, yang akan ditentukan berdasarkan hasil lelang tertinggi.
"Sehingga
siapa saja yang berani memberikan penawaran paling tinggi saat lelang,
maka itulah yang diambil sebagai PAD parkirnya. Pencapaian target itu
bisa lebih maksimal dibandingkan dengan target yang ditentukan selama
ini," jelas Nasrianto.
Menurut dia, target yang selama ini dibuat oleh Pemkot Metro adalah target minimal. Padahal target itu dapat lebih maksimal lagi bila dilihat dari potensi parkir yang ada di Kota Metro.
Menurut dia, target yang selama ini dibuat oleh Pemkot Metro adalah target minimal. Padahal target itu dapat lebih maksimal lagi bila dilihat dari potensi parkir yang ada di Kota Metro.
"Untuk
dapat menyelesaikan permasalahan parkir di Kota Metro, DPRD akan segera
melakukan pertemuan dengan Pemkot, untuk membahas masalah perparkiran
yang timbul selama ini. Nanti kita akan mempertanyakan bagaimana pola
yang mereka lakukan selama ini, sehingga tidak tercapai tingkat estimasi
yang sudah disepakati dalam pembahasan-pembahasan kita di APBD,”
terangnya. (arf)
