Notification

×

Banyak Stand Pemerintah Kosong di Metro Fair, DPRD Geram

27 May 2016 | 21:35 WIB Last Updated 2016-07-31T11:48:21Z
Tondi Muammar Nasution (facebook)

METRO - Banyaknya stand pemerintah yang tidak terisi alias kosong dalam Pameran Pembangunan Metro Fair 2016 di Lapangan Samber, sebagai rangkaian memperingati HUT Kota Metro ke-79, disayangkan pihak DPRD setempat karena dinilai tidak maksimal.

Diketahui, rangkaian peringatan HUT Kota Metro ke-79 berlangsung selama enam hari, Mulai 23 Mei hingga 28 Mei yang dipusatkan di Lapangan Samber.

"Dari informasi yang diterima, banyak stand pemerintah yang tidak terisi alias kosong. Padahal pameran ini digelar satu tahun sekali," ujar Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Tondi Muammar Nasution, Rabu (27/4/2016).

“Tentu kami menyayangkan itu, kalaupun benar masih banyak yang kosong stand dinas. Seharusnya itu bisa dimanfaatkan sebagai ajang sosialisasi penyampaian misi visi dan hasil kinerja Satker kepada masyarakat,” tambah pria yang juga Ketua Fraksi Golkar.

Menurut Tondi, hal tersebut berbanding terbalik dengan pihak swasta yang berlomba-lomba walaupun dengan membayar sewa stand untuk memamerkan produknya.

“Kenapa dinas-dinas yang sudah dipersiapkan standnya, tapi justru tidak mau menampilkan diri,” tukas dia.

Senada diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Metro Hendri Susanto. Dia menilai jika pameran Metro Fair 2016 tidak sekadar sebagai seremoni belaka. Tetapi bisa jadi ajang komunikasi pemerintah dengan masyarakat di Bumi Sai Wawai.

“Momen ini harusnya dimanfaatkan, sebagai sarana untuk sosialisasi dinas-dinas, apa yang perlu disampaikan, kemudian bagaimana mengurus izin ini izin itu, terus prosesnya berapa lama, dengan biaya berapa. Selanjutnya capaian dinas apa saja dan yang akan dicapai atau dibangun itu apa saja,” paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya menyayangkan jika banyak stand kosong yang tidak dikelola dinas setempat. 

Diketahui, beberapa dinas yang tidak mengisi stand diantaranya Dinas PU, Dinas Pasar, Disdukcapil, BKKBN, BNPB, Perhubungan, Kesbangpol, Bappeda, Dispenda, Disosnaker dan BPKAD.

Padahal, Wali Kota Metro Achmad Pairin saat membuka Metro Fair 2016 mengatakan kalau pameran dapat dimanfaatkan sebagai sarana informasi dan promosi, baik yang berkaitan dengan hasil pembangunan, potensi, dunia usaha, hingga unggulan daerah.

Dari keterangan perwakilan Event Organizer (EO) Metro Fair, A. Nizar, pihaknya menyediakan 59 stand pameran. Dari jumlah tersebut terdapat 19 stand yang kosong.

“Kalau dari dinas atau instansi pemerintah itu ada 13 yang tidak mengambil stand. Kami bahkan sudah berupaya jemput bola, tetapi tidak ada alasan yang jelas kenapa tidak ambil,” jelas dia.

Bahkan Pemkot Metro sudah menginstruksikan kepada seluruh dinas untuk memeriahkan HUT Kota Metro. Karenanya, ia sangat menyayangkan sikap sejumlah dinas yang seperti tidak mendukung pelaksanaan HUT Metro. (arf)