![]() |
| (foto: lampost) |
LAMPUNG - Setelah memasuki hari ke-14 dari total perjalanannya melintasi pulau Sumatera selama 16 hari, perjalanan atlet Triathlon Indonesia, Hendra Wijaya dalam even Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 km hampir selesai.
"Setelah 14 hari, saya harus melanjutkan sisa perjalanannya, memang melelahkan, dan panas luar biasa, tapi harus diselesaikan misinya," kata Hendra saat konfrensi pers di Els Coffe hotel Cityhub Bandar Lampung, Sabtu (23/4/2016) malam.
Hendra melintasi Sumatera dengan bersepeda dan berlari dalam rangkaian latihannya untuk ajang Triathlon di Pegunungan Alpen, Swiss pada Agustus-September mendatang. Disamping itu, sembari juga membantu promosi wisata di pulau Sumatera.
"Saya lakukan ini sebagai latihan saya untuk menghadapi kompetisi nanti," ujarnya.
Hendra akan bersepeda sepanjang jarak 1.760 KM, dan berlari 672 KM selama 16 hari yang dimulai dari titik nol Kilometer di Sabang dan berakhir di Bakauheni.
"Saya pilih Sumatera untuk ajang latihan ini, karena saya saat kecil ingin menyambangi Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Karena itu saya mulai dari titik nol di Sabang," ungkapnya.
Dia menambahkan, dalam perjalananya ini yang paling masuk akal adalah mengkombinasikan bersepeda dan lari. Sebab, awalnya dia berencana untuk lari sepenuhnya, tapi rupanya setelah dilalui cukup berat jika harus sepenuhnya berlari.
"Mungkin saya butuh perintah presiden kalau untuk lari sepenuhnya. Karena berat sekali," selorohnya, seperti dilansir Lampost.
Dihadang begal
Hendra memaparkan tantangan paling berat selama perjalannya adalah masalah cuaca yang sangat panas di siang hari. Selain itu, dalam perjalanan jauh yang membutuhkan kalori sangat tinggi dan nutrisi cukup. Namun di perjalanan tidak bisa kita peroleh asupan gizi yang cukup dari makanan yang dikonsumsi.
"Karena di jalan kan kita tidak bisa selalu mendapatkan makanan yang kita harapkan," katanya.
Event Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM ini mendapatkan support dari @ayotelusuri @travellerkaskus @kaskus_oanc @travelnatic @indoinyourhand @langit.ent dan @gulfsportswer.
Untuk mempromosikan pariwisata di Sumatera, Hendra memang tidak melakukannya sendiri, tapi tim dokumentasi yang bergerak untuk promosi wisata.
"Ada tim yang mendampingi perjalanan saya, dan tim dokumentasi itulah yang mempromosikan wisata di Sumatera," katanya.
Dalam perjalanannya, sejumlah tempat persinggahan, Hendra dan tim disambut sejumlah komunitas di masing-masing daerah. Khususnya di Lampung, yang menyambut Hendra dan tim dengan meriah adalah komunitas Pahoman Addicted Runners (Pacers) Lampung.
"Saya senang disediakan tempat yang nyaman, dan diberi makanan-makanan yang mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi. Menurut saya, di Lampung ini salah satu tempat yang penyambutannya bagus," ucap Hendra.
Meskipun Hendra dan tim sempat merasakan tragedi menegangkan di kawasan Mesuji Lampung lantaran dihadang begal. Tetapi ia terbilang beruntung, karena saat itu memilih berlari ketimbang naik sepeda, hingga tak dibegal. Namun, tim sponsornya sempat dihadang begal di kawasan Mesuji..
Meski dibantu suplemen kesehatan, kekuatan fisik senantiasa dipengaruhi pikiran.
"Menurut saya, kekuatan pikiranlah yang membantu saya, bagaimana agar misi ini bisa diselesaikan," ujar pria asal Bogor itu. (*)
