![]() |
| Hari Nugroho |
BANDAR LAMPUNG - Kepala Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung Kombes Hari Nugroho mengatakan, Edi Santoso alias Sukri merupakan pelaku terorisme jaringan Mujahidin Indonesia Barat yang terakhir.
"Tersangka yang ditangkap Densus 88 itu adalah anggota terakhir dari jaringan Mujahidin Indonesia Barat pimpinan Abu Roban yang tertangkap 2013 lalu," jelasnya, usai olah tempat kejadian perkara penangkapan tersangka teroris, Rabu (3/2/2016).
Menurut dia, tersangka merupakan pelaku terakhir kelompok yang telah melakukan perampokan BRI Unit Bulu Kerto Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu pada 22 April 2013 lalu.
"Kawanannya sudah ditangkap lebih dahulu oleh Densus 88 sebulan setelah kejadian, sedangkan Edi sempat melarikan diri dan bergabung dengan jaringan Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso," kata dia lagi.
Ia menerangkan, tersangka ini pernah kabur ke Bima, Nusa Tenggara Barat, kemudian ke Poso, Sulawesi Tengah, dan di Poso itulah mendalami serta dibaiat atau dinyatakan bergabung dengan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.
Sebelum penangkapan, Hari menyebutkan, intelijen sudah melakukan pemantauan terlebih dahulu dan didapatkan bahwa tersangka sudah tinggal di rumah tersebut selama sembilan bulan.
"Hari ini, Tim Inafis telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan dari rumah tersangka disita satu unit komputer, tiga buah penyimpan data atau flashdisk serta buku catatan kegiatan selama di Lampung," katanya.
Terkait pemasangan garis polisi, kapolresta Bandar Lampung mnenegaskan, belum dapat memastikan kapan akan dibuka, karena tim Densus 88 masih terus melakukan pemeriksaan dan pengembangan di lokasi tersebut.
"Semua akan dilepas apabila tim Densus sudah selesai melakukan pemeriksaan dan pengembangan kasus ini," jelas Hari, seperti dilansir Fajarnews.
Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap satu orang yang diduga teroris di Jalan Selat Malaka V Kampung Teluk Jaya Kelurahan Panjang Selatan Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di Bandar Lampung, Selasa (2/2) malam, penangkapan terduga teroris tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. (*)
