BANDAR LAMPUNG - Bagi warga Kedaton, Way Halim dan sekitarnya di Bandar Lampung, mungkin tidak asing dengan nasi uduk yang satu ini. Apalagi bagi mereka yang suka begadang (begadangers) untuk beraktifitas pada malam hari.
Nasi Uduk Eddy namanya. Anda bisa menemukannya di persimpangan
Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Ki Maja, Way Halim, Kedaton, Bandar
Lampung, yang hanya buka pada malam hari .
Meski banyak pelapak dan rumah makan yang menawarkan nasi uduk sebagai menu andalan, soal rasa, nasi uduk Eddy jelas memiliki cita rasa yang berbeda.
Ada yang menonjol di rasa gurih nasi uduknya. Ada yang menonjolkan sambalnya. Hingga, nasi uduk yang menyasar variasi lauk pauk.
Tapu untuk nasi uduk yang satu ini, Anda dijamin akan dimanjakan dengan rasa khas nasi uduk yang istimewa.
Tak berbeda dengan lapak nasi uduk yang ada di Kota Tapis Berseri, Nasi Uduk Eddy merupakan sebuah warung sederhana, yang berada di pojokan persimpangan jalan. Kiosnya hanya bangunan berukuran kurang dari 4x4 meter, ditambah tenda biru untuk menambah luas meja santap bagi pengunjung.
Apa yang membedakan? Nasi uduk ini memiliki rasa gurih yang super dari daun salam, serai, dan santan kelapa. Hal ini bahkan bisa tercium saat aroma uduk menusuk hidung, sesaat disajikan di piring. Rasa gurih yang sulit untuk bisa ditolak indra pengecap.
Maka tidak heran, sejak eksis tahun 1986 silam, Nasi Uduk Eddy masih bisa bertahan dan tetap dicari penggemarnya.
"Dari 1986 dulu, resepnya tetap sama. Kami pertahankan rasa dari rempah yang membuat nasi uduknya, sebagai kekuatan utama rasanya," ungkap Eddy, seperti dilansir Tribunlampung, Kamis (3/12/2015).
Sayangnya, dengan rasa yang begitu menggugah, nasi uduk Eddy memiliki porsi yang sedikit bagi kalangan pria. Piring berukuran diameter 20 cm menjadi tatakan sajian nasi uduk. Jika ditakar nasi yang disajikan hanya 2 centong. Jumlah mini bagi pria, tapi maksimal untuk kaum hawa.
Dalam sajian nasi uduknya, Eddy menyajikan bersama kuah bumbu rendang, yang merupakan bumbu dari telor khas mereka. Ada lagi sambal merah pedas untuk meningkatkan cita rasa gurih nasi uduk, plus beberapa potong keripik tempe.
"Pelengkapnya ada kami beri kerupuk dan mentimun. Kalau mau nambah gorengan bakwan bisa, atau tempe bacem, telor dadar dan tahu goreng kuning. Tinggal pilih saja sesuai selera," terang dia.
Bagi pecinta kuliner nasi uduk, gurihnya racikan bumbu khas langsung terasa dilidah begitu suapan pertama. Tak heran, jika menu yang disajikan pun kerap ludes dengan cepat hingga dini hari.
Tak hanya itu, sambal plus timun dan lalapan juga tak biasa. Rasa sambal pedas dan manis yang seimbang, menjadi kunci penambah selera. Bagi yang tidak menyukai sambal, bisa jadi akan tergoda untuk mencicip.
"Untuk seporsi nasi uduk ini, hanya Rp 7 ribu saja. Gorengan mulai dari Rp 500, mau nambah telor bisa nambah Rp 3 ribu. Murah meriah dari dulunya," ujar Eddi berpromosi.
Meski memiliki harga murah meriah, nasi uduk Eddy mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah. Namun, Nasi Uduk Eddy tidak buka pada Kamis malam. (*)


