LAMPUNG - Ini peringatan bagi anggota TNI khususnya di Lampung, yang digaji negara dari uang rakyat. Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) memberhentikan empat anggotanya secara tidak hormat dari dinas keprajuritan Angkatan Darat (AD).
Upacara pemberhentian itu digelar bersamaan dengan apel mingguan yang dilaksanakan di Lapangan Makorem 043/Garuda Hitam, Jalan Teuku Umar No.85, Bandar Lampung, Senin (28/12/2015).
Pemberhentian secara tidak hormat itu berdasarkan Surat Perintah No: Sprin/917/XII/2015 tertanggal 23 Desember 2015.
Keempat anggota TNI tersebut yakni Serda Abdul Jamil anggota Babinsa Ramil 426-01/Mesuji, Kopda Hermanto (Babinsa Ramil 426-02/Menggala), Praka Nazarudin (Taban 1 Cuk 1Ton SMB Kima Rem 043/Gatam) dan Prada Wismoyo Wetan (Ta Kipan C Yonif 143/Twej Korem 043/Gatam).
"Keempat anggota militer ini diberhentikan secara tidak hormat dikarenakan melakukan tindakan tindak pidana desersi.
Prosesi pemberhentian secara tidak hormat dilaksanakan secara simbolis kepada Praka Nazarudin dari Taban 1 Cuk 1 Ton SMB Kima Rem 043/Gatam, dengan pencopotan pakaian dinas harian (PDH) yang diganti dengan pakaian batik oleh Komandan Korem 043/Gatam Kolonel (Inf) Joko P.Putranto M.Sc.
“Pemecatan ini penting untuk peringatan bagi anggota yang lain dan mudah-mudahan tidak akan bertambah. Kesatuan tidak suka melakukan upacara pemecatan, karena ini merupakan hal yang tidak diinginkan oleh komandan manapun sebab ini merupakan hal yang terberat," ujar Danrem Joko dalam jumpa pers dengan wartawan media cetak, elektronik dan online.
Prosesi pemberhentian secara tidak hormat dilaksanakan secara simbolis kepada Praka Nazarudin dari Taban 1 Cuk 1 Ton SMB Kima Rem 043/Gatam, dengan pencopotan pakaian dinas harian (PDH) yang diganti dengan pakaian batik oleh Komandan Korem 043/Gatam Kolonel (Inf) Joko P.Putranto M.Sc.
“Pemecatan ini penting untuk peringatan bagi anggota yang lain dan mudah-mudahan tidak akan bertambah. Kesatuan tidak suka melakukan upacara pemecatan, karena ini merupakan hal yang tidak diinginkan oleh komandan manapun sebab ini merupakan hal yang terberat," ujar Danrem Joko dalam jumpa pers dengan wartawan media cetak, elektronik dan online.
"Kesatuan menginginkan mereka berprestasi. Kesatuan pun menginginkan mereka mengabdi di kesatuan dan berbuat yang terbaik untuk keluarganya dengan baik. Tetapi apa boleh buat, ini bukan kemauan kesatuan," tambahnya.
Menurut dia, tindakan pihaknya sudah jelas dan peringatan selalu diberikan setiap saat, tetapi selalu saja ada yang melakukan pelanggaran seperti narkoba, desersi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Hadir Pada Upacara mingguan Dandim 0410/KBL, Danyonif 143/Twej, Dan/Ka/Pa Satdisjan Jajaran Korem 043/Garuda Hitam dan Para Kasi/Pasi Korem. (fik)
Hadir Pada Upacara mingguan Dandim 0410/KBL, Danyonif 143/Twej, Dan/Ka/Pa Satdisjan Jajaran Korem 043/Garuda Hitam dan Para Kasi/Pasi Korem. (fik)
