Notification

×

Rel KA Tanjung Karang-Garuntang Dipagar Tembok Pembatas

13 November 2015 | 21:59 WIB Last Updated 2016-07-31T11:23:09Z
(ilustrasi/ist)

BANDAR LAMPUNG - Pihak Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI akan memasang tembok beton pembatas rel kereta api (KA) di jalur Tanjung Karang-Garuntang sepanjang enam kilometer di Lampung.

Diketahui, jalur tersebut khusus digunakan kereta api pengangkut batu bara ke kawasan Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan.

"Kami tengah berencana memasang tembok untuk keselamatan warga yang saat ini pengerjaannya tengah memasuki tahap perencanaan, pengukuran dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar," kata Humas Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Selatan, Roni Lesmana, di Bandar Lampung, Kamis (12/11/2015) malam.

Dia mengatakan, pihaknya sudah lama melakukan perencanaan untuk mendirikan tembok beton setinggi tiga meter dengan jarak lima meter dari sisi kanan dan kiri rel kereta api.

"Kami tengah gencar melakukan sosialiasi, dan ditegaskan bahwa proyek ini tidak akan mengesampingkan kepentingan warga. Justru harus dipahami sterilisasi ini bertujuan untuk menjaga keselamatan warga," kata Roni.

Ia melanjutkan, pihaknya akan memberikan uang kerohiman atas dampak proyek sterilisasi ini. Bukan uang ganti rugi, karena tidak ada dalam peraturan memberikan uang ganti rugi kepada masyarakat yang tinggal di atas tanah negara.

Terkait besarannya, menurutnya, belum dapat dipastikan, karena terlebih dahulu akan berdiskusi dengan PT KAI Subdrive III.2 Tanjung Karang.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik secara perorangan maupun menyeluruh seperti di Kecamatan Teluk Betung Selatan. Hasilnya, masyarakat yang semula enggan dengan rencana proyek tersebut, sudah mulai mengerti dan menyetujuinya.

"Kemarin sempat berbincang-bincang dengan warga, mereka minta kepastian soal proyek ini. Kami sudah jelaskan ada uang kerohiman, mereka juga minta agar dibuatkan pintu sebagai akses keluar masuk atau jangan ditutup total, kami pun menyetujuinya," kata Roni.
 
Pihaknya pun menyetujui, akan tetapi dengan kesepakatan tidak lebih dari 13 pintu, mengingat jumlah pintunya akan disesuaikan jika tahapan pengukuran dan perencanaan di lapangan telah selesai semua.

Dia menjelaskan, tujuan pembangunan pagar beton sepanjang enam kilometer ini, untuk keselamatan warga yang tinggal di bantaran rel, seperti dilansir Suara.

"Ini juga antisipasi kereta anjlok agar tidak langsung menumbur atau menimpa rumah warga. Ke depannya, tingkat kinerja jalur Trans Sumatera juga akan semakin pesat di tahun yang akan datang," ujar Roni.

Dia melanjutkan, sterilisasi ini sudah dilakukan secara menyeluruh di wilayah Jabodetabek. Khusus di Sumatera, pihaknya ingin memulai dari Lampung dan akan bertahap ke bagian selatan setiap tahunnya.

Dalam tiga tahun ke depan akan membangun 'underpass' atau jalanan di bawah rel kereta api di sejumlah titik yang terkena sterilisasi, di antaranya Jalan Sultan Agung, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Pemuda, Jalan Kamboja Kebun Jahe, Jalan Cokroaminoto, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Sentot Alibasyah, Jalan Ki Agus Anang, semuanya di Kota Bandar Lampung. (*)