Notification

×

PMN 'Disandera' DPR, Tol Sumatera Terancam Terbengkalai

03 November 2015 | 07:26 WIB Last Updated 2016-07-31T11:23:21Z
Jokowi saat meresmikan ground breaking tol Sumatera di Lampung (30/4/2015). | ist

LAMPUNG ONLINE  -
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memutuskan untuk menunda persetujuan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN. Alhasil, sejumlah proyek terancam terbengkalai, termasuk tol trans Sumatera.

Mengenai PMN, DPR bakal membahasnya kembali dalam APBN-Perubahan 2016.

Menanggapi itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono membeberkan ada beberapa proyek infrastruktur yang akan terkendala, yaitu Jalan Tol Trans Sumatera. Saat ini pemerintah tengah mempersiapkan untuk melakukan penunjukkan pada BUMN yang bakal ditugasi mengerjakan proyek tersebut.


‎"Yang di Riau itu belum mulai (pengerjaan proyek), tadinya mau penugasan (BUMN) ini, mungkin ini bisa terkendala‎," kata Basuki di Balai Pelatihan Konstruksi, Jakarta, Senin (2/11/2015), seperti dilansir Liputan6.

Rencananya, proyek jalan tol Trans Sumatera yang menghubungkan Pekanbaru-Kandis ini akan mulai dikerjakan pada tahun 2016. Dengan adanya penundaan PMN ini, maka pengerjaan proyek ini dipastikan Basuki akan molor, karena BUMN yang ditugasi nantinya akan tak ada dana.

Namun begitu, bukan berarti pengerjaan proyek tol Trans Sumatera tersebut berhenti total. Beberapa lokasi terutama di wilayah Sumatera Selatan tetap terus berjalan. Ini lebih dikarenakan pendanaan berasal dari PMN yang didapatkan pada tahun 2015.

‎"Di Riau itu mungkin yang akan terdampak, tapi kalau di Sumatera Selatan, yang Merak-Bakaheuni-Terbanggi Besar-Palembang itu tidak akan terpengaruh, tetap on the track," tegas Basuki. (*)