![]() |
| (ilustrasi/ist) |
METRO - Akibat dari musim kemarau mulai dirasakan para petani di Kota Metro, Lampung. Petani padi sawah mulia gerah karena kesulitan mendapatkan pasokan air dan serangan hama. Itu antara lain terjadi di Kecamatan Metro Barat dan Metro Timur.
Seorang petani di Metro Barat, Sabar, mengungkapkan areal persawahan di daerahnya banyak yang gagal panen akibat terserang hama wereng dan dampak cuaca panas berkepanjangan.
"Kalaupun dapat dipanen, hasilnya tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan,” keluhnya, Jumat (14/8/2015).
Senada dikatakan Wahid, petani di Metro Timur. Dia mengaku jika lahan miliknya dipastikan tidak akan memanen padi pada Desember mendatang.
"Sepertinya enggak mungkin (panen). Ini musim kemarau, hujan sudah jarang turun," katanya. Menurut Wahid, pasokan air irigasi kurang mencukupi.
”Kami berencana mengganti dengan tanaman palawija saja yang membutuhkan pasokan air lebih sedikit,” jelasnya.
Kepala Bidang Teknologi Hasil Pertanian (THP) Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Metro, Titik Maryani, menjelaskan, kegagalan panen sejumlah petani di wilayah setempat pada musim tanam gadu disebabkan dampak el nino. Yakni cuaca panas berkepanjangan.
”Dampak elnino diprediksi berlangsung hingga November mendatang. Penyebab lain adalah karena musim tanam saat ini merupakan musim tanam gadu. Jadi hasilnya juga tidak dapat disamakan dengan hasil tanam musim rendeng,” ujar dia. (arf)
