Notification

×

DPR Janji akan Perjuangkan Ring Road di Metro

19 August 2015 | 15:37 WIB Last Updated 2016-07-31T11:48:47Z

METRO - Anggota DPR RI berjanji akan memperjuangkan dana pembangunan ring road (jalan lingkar) dan kawasan wisata Dam Raman di Kota Metro, Lampung melalui APBN 2016. 

Hal itu disampaikan rombongan Komisi V DPR RI yang dipimpin Ir, Fary Djemi Francis, M.M.A. saat melakukan peninjauan ruas Jalan Dr. Sutomo yang akan dijadikan ring road dan Dam Raman, serta rumah susun sewa sederhana (rusunawa), Rabu (19/8/2015).

Menurutnya, untuk pembangunan ring road sepanjang 8,6 km rencananya akan dialokasikan dana sebesar Rp30 miliar. 

“Usul pembangunan ring road telah diusulkan Pemkot Metro sejak lama, kami akan memprioritaskan untuk dimasukkan dalam RAPBN 2016,” kata Feri Djemi selaku Ketua Komisi V didampingi anggotanya Abdul Hakim.

Sementara untuk pembangunan kawasan wisata di Dam Raman, untuk tahap awal rencananya akan dialokasikan dana sebesar Rp25 miliar. Sedangkan tahap selanjutnya Rp50 miliar sehingga totalnya menjadi Rp75 miliar. 

“Kawasan Dam Raman sangat potensial dikembangkan menjadi lokasi wisata,” jelas Fery.

Selanjutnya untuk Rusunawa, Komisi V berharap dapat segera difungsikan dan dimanfaatkan bagi warga kurang mampu yang membutuhkan rumah layak huni. 

“Dibanding, Rusunawa di daerah lain, yang dibangun di Kota Metro lebih bagus,” kata Abdul Hakim anggota Komisi V DPRRI.

Menanggapinya, Walikota Metro Lukman Hakim menyatakan, Jalan Dr.Sutomo sudah lama mengalami kerusakan berat. Karenanya, sejak 2006 lalu, Pemkot Metro mengusulkan agar ruas jalan tersebut diperbaiki sekaligus sebagai ring road. 

"Dengan adanya ring road, maka kepadatan arus lalulintas di Kota Metro dapat teratasi. Jalur tersebut rencananya diperuntukkan bagi truk dan bus dari Kota Metro menuju Lampung Timur," ujarnya.

Sementara untuk Rusunawa, saat ini masih dalam tahap penyelesaian akhir. Rencananya, Rusunawa yang terdiri dari dua tower tersebut akan diserahkan ke Pemkot Oktober 2015 mendatang. Masing-masing tower terdidiri dari  terdiri dari lima lantai, dengan ukuran per kamar 5,5 x 4,5 meter. Setiap tower terdiri dari 99 kamar, sehingga rusunawa di Iringmulyo terdapat 198 kamar. 

“Saat ini, calon penghuninya masih didata dan diverifikasi,” jelas Lukman. (arf)