Notification

×

Wali Kota Lukman Hakim: Metro Relatif Mengalami Kemajuan

23 April 2015 | 17:30 WIB Last Updated 2016-07-31T11:29:32Z

METRO - Wali Kota Metro di Provinsi Lampung, Lukman Hakim menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) akhir masa jabatan di gedung DPRD Metro. Dia menyerahkan penilaian kinerjanya selama menjadi kepala daerah kepada masyarakat.

"Metro relatif mengalami kemajuan. Hal itu tidak terlepas dari peran masyarakat. Dalam melaksanakan tugas, pastilah ada kekurangan atau belum terwujud. Tak ada gading yang tak retak. Untuk itu, saya minta maaf," kata Lukman melalui rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Ana Morinda, Kamis (23/4/2015).

Lukman juga berharap segala pencapaian yang baik dalam pembangunan bisa diteruskan oleh pemimpin selanjutnya. Sedangkan kekurangan diharapkan menjadi introspeksi bersama.

Lebih lanjut Lukman menyatakan, sesuai keputusan Mendagri masa jabatannya wali kota dan wakil wali kota Metro berakhir pada 20 Agustus 2015. Kemudian, merujuk pasal 24 dan 25 PP Nomor 3 Tahun 2007, penyampaian LKPJ merupakan ringkasan tahun sebelumnya ditambah sisa masa jabatan.

Lukman memaparkan, pertumbuhan penduduk di Kota Metro mencapai 1,55 persen. Hingga Maret, tercatat 163.612 jiwa, dengan komposisi dari 100 penduduk perempuan terdapat 99 penduduk laki-laki.

Dari sektor keuangan, secara makro melihat angka PDRB per kapita di Metro, sejak tahun 2010 hingga 2013 mengalami pengingkatan. Dari Rp 8.004.256 (2010) menjadi Rp 11.154.955 (2013). Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi.

Dari kurun waktu 2010-2014 terus mengalami fluktuasi pada kisaran 5,89 persen sampai 6,5 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi tahun lalu yang mencapai 6,5 persen.

Sedangkan, indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Metro memiliki nilai tertinggi dibanding 15 kabupaten/kota lain se-Lampung. Yakni, dengan nilai 77,53 tahun 2013.

Sementara, terkait kemiskinan menunjukkan tren penurunan. Persentase tahun 2010 penduduk miskin di Metro 13,77 persen. Selanjutnya, berdasarkan data BPS, tahun 2013 menjadi 11,08 persen.

Ditambahkan, kondisi Metro yang terbatas dari sumber alam dan luas wilayah, tidak bisa ditempatkan sebagai kelemahan. Karenanya, esensi kota pendidikan untuk menempatkan manusia sebagai potensi pembangunan yang tidak terbatas. "Dan visi itu sudah kita tetapkan bersama dalam RPJP," kata dia. (arf)