Notification

×

Tipu Pengusaha Lampung, Penyalur Anggota ISIS Ditangkap

22 March 2015 | 13:35 WIB Last Updated 2016-07-31T11:30:52Z
Chep Hernawan

LAMPUNG ONLINE - Seorang tokoh agama asal Cianjur, Jawa Barat, Chep Hernawan, ditangkap aparat Polres Cianjur atas tuduhan penipuan, Sabtu (21/3/2015). Pria yang mengaku sebagai pengirim jihadis untuk ISIS ini ditangkap atas laporan seorang pengusaha asal Lampung.

Menurut Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, kasus ini berawal dari perkenalan Chep dengan pengusaha asal Lampung tersebut, yang berinisial T, pada 4 Desember 2010 silam. 

"T dikenalkan seseorang dengan Chep di rumahnya di Cianjur," jelas Dedy, Minggu (22/3/2015).

Selang sebulan kemudian setelah pertemuan itu, Chep dan T kembali bertemu. Pada 3 Januari 2011, T kembali menemui Chep di Cianjur. Saat pertemuan kedua inilah menurut Dedy, Chep mengatakan bahwa ia mendapat beberapa proyek dari Pemprov Jawa Barat. Proyek tersebut diklaim Chep didapatnya berdasarkan penunjukan langsung. 

"Chep mengaku proyek itu didapatnya antara Maret sampai Juni 2011," ujar Dedy.

T kemudian tertarik untuk bersama Chep memodali proyek tersebut. Ia kemudian menyetor uang sebesar Rp 150 juta yang dibuktikan denngan lima lembar kuintasi. Namun sampai akhir Juni, atau tenggal waktu pelaksanaan proyek tersebut, tidak ada kabar dari Chep kepada T. Selain itu, T menurut Dedy merasa tidak ada itikad baik dari Chep untuk mengembalikan uang tersebut.

Akhirnya T melaporkan kasus dugaan penipuan itu ke Polres Cianjur. Namun kasus tersebut baru dilaporkan pada 28 Februari 2015 lalu. Setelah serangkaian penyelidikan oleh Polres Cianjur, Chep ditetapkan sebagai tersangka, seperti dilansir CNNIndonesia.

Kemarin, pengusaha peleburan plastik ini ditangkap oleh penyidik dari Polres Cianjur. Ia ditangkap tanpa perlawanan dan langsung digelandang ke Mapolres Cianjur untuk ditahan.

Berangkatkan Bachrumsyah

Sebelumnya Chep yang ditemui di kediamannya di Cianjur mengaku sudah memberangkatkan seratusan orang ke Suriah untuk bergabung bersama ISIS. Dari jumlah sebanyak itu, rata-rata mereka tertarik untuk menjadi anggota ISIS lantaran tertarik faktor ideologi. 

"Jarang yang bermotif ekonomi," katanya. Dari sejumlah pemberangkatan, menurut Chep, kebanyakan dari mereka berasal dari Pulau Jawa. Hampir jarang peminat yang meminta bantuannya untuk mengongkosi perjalanan Indonesia-Suriah berasal dari luar Jawa.

Salah satu orang yang diberangkatkan Chep adalah Bachrumsyah, pria yang ada dalam video propaganda ISIS yang tersebar pada Agustus 2014 lalu. Chep juga mengaku bahwa dirinya adalah salah satu kandidat untuk berangkat ke Timur Tengah. 

Sebelum berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS, ratusan WNI harus menjalani dua jenis pelatihan. Salah satunya adalah pelatihan selama tiga hari di Gunung Gede.

Latihan pertama yang mesti dilakukan para WNI adalah tidak boleh makan nasi selama sebulan. Hal ini dilakukan agar perut beradaptasi dengan makanan lokal di Suriah. Latihan kedua adalah adaptasi dengan cuaca dingin menggigit di Suriah dan Irak saat malam hari dan musim dingin. 

Untuk latihan ini, selama tiga hari mereka berlatih di gunung-gunung yang notabene cuacanya dingin, di antaranya Gunung Gede dan Gunung Salak di Jawa Barat. (*)