Notification

×

Kelompok Lampung Pembobol ATM Diburu Polisi Madiun

22 March 2015 | 10:30 WIB Last Updated 2015-03-22T03:30:55Z
Sejumlah barang bukti (BB) disita petugas dari tangan Surahman, satu anggota Kelompok Lampung, spesialis pembobol ATM. (ist)

LAMPUNG ONLINE - Aparat hukum dari Reskrim Polres Madiun menjalin kerjasama dengan polres lain guna memburu komplotan spesialis pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM), yang biasa disebut Kelompok Lampung dan Banten. Komplotan itu, khususnya Kelompok Lampung sudah empat kali beroperasi di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur dan berhasil mengasak uang puluhan juta.

“Kami kerjasama atau koordinasi dengan sejumlah polres di Lampung, Banten dan lainnya, guna memastikan identitas pelaku lainnya, khususnya Kelompok Lampung yang pernah beraksi di wilayah hukum Polres Madiun. Kami berharap ada kejelasan menyangkut anggota Kelompok Lampung, selanjutnya dapat ditangkap,” ujar Kasat Reskrim Polres Madiun AKP M Lutfi, Sabtu (21/3/2015).

Pengakuan dari salah satu pelaku yang dibekuk kepada petugas, komplotan ini mampu mengirim uang hasil pembobolan ATM mencapai puluhan juta rupiah kepada keluarganya di Lampung. Jika dalam satu operasi mampu menggasak puluhan juta, pendapatan itu tergolong besar dengan bukti transfer kepada keluarga paling kecil antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

Sebelumnya, satu dari tujuh anggota Kelompok Lampung yaitu Surahman warga Desa Pekon Balak Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, dibekuk aparat Polres Purwakarta, Polda Jabar. Pelaku diserahkan ke Polres Madiun, karena pernah beraksi di Kecamatan Mejayan sebanyak empat kali. Surahman sempat dilumpuhkan petugas dengan tembakan di kakinya karen melawan petugas.

“Kami dalam beroperasi, terkadang dengan teman-teman dari Banten berjumlah empat orang, ditambah dari kelompok kami (Lampung) berjumlah 11 orang. Kami menyewa mobil mencari daerah sasaran Jateng hingga Jatim. Setelah melalui pengamatan dan sasaran ditentukan, peran pun dibagi. Saya sebagai penganjal mesin ATM,” jelas Surahman, seperti dilansir Adakitanews.

Selanjutnya, jika ada korban kartu ATM macet, ada pelaku lain mendekati dengan menawarkan bantuan hingga korban menyerahkan data nomor PIN. Begitu korban pergi, untuk melaporkan ke bank terdekat, isi tabungan langsung dikuras oleh pelaku lain dan langsung kabur bersama kawanan lain yang sudah menunggu di mobil.

“Kartu ATM ditinggal begitu saja, kami pergi dari lokasi. Di Madiun, kami berhasil 4 kali. Tapi, tidak semua operasi dilakukan berhasil, kami pernah gagal saat beraksi di Ngawi maupun daerah lain. Ada korban memiliki saldo tabungan minim, sehingga urung diambil hingga calon korban lancar memakai ATM, meski sudah diganjal,” ujar tersangka Surahman, yang mengaku mempunyai istri asal Kabupaten Pasuruan ini. (*)