PESAWARAN - Malang nian nasib wanita belia usia sembilan tahun berinisial IY ini. Dia harus menjalani perawatan intensif dari tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pesawaran. Siswi kelas tiga SD ini mengalami pendarahan hebat dari alat vitalnya.
Itu setelah warga Desa Kubu Batu, Kecamatan Way Rilau, Kabupaten Pesawaran tersebut dirudapaksa oleh Ar (27) yang masih tetangganya. Hingga kini, IY masih dirawat di ruang perawatan anak RSUD Pesawaran.
Keluarga IY mulai curiga setelah setiap kali IY duduk mengeluarkan darah. Pendarahan itu membuat IY dirawat di RSUD Pesawaran sampai saat ini.
Saat dikunjungi, Jumat (2/1/2014), IY ditemani neneknya, Mu (50-an), bibinya dan seorang kerabat lainnya. Mu menceritakan peristiwa yang dialami IY awalnya tidak ada yang mengetahui. Keluarga pun tidak curiga dengan pelaku yang sempat mengajak korban bepergian pada Jumat (26/12/2014) lalu.
"Saat itu sedang nonton tv, ada saya juga. Datang pelaku memanggil cucu saya kemudian mengajak pergi. Kami saat itu tidak curiga," ungkap Mu saat ditemui di RSUD Pesawaran, Jumat.
Mu menambahkan, keluarga mulai curiga ketika IY setiap duduk mengeluarkan darah di bagian pantatnya. Awalnya, kata Mu, IY tidak bersedia berterus terang. Namun setelah didesak, IY mengaku telah disetubuhi oleh Ar yang sudah beristri dan memiliki tiga anak.
Ar, pelaku pemerkosa IY melancarkan aksi bejatnya di areal perkebunan singkong di wilayah Cimanuk Kabupaten Pesawaran. Setelah melampiaskan nafsu setannya itu, pelaku membawa korban pulang. Namun, pelaku tidak menghantar korban pulang sampai ke rumahnya. Sejak saat itulah IY selalu mengeluarkan darah dari alat vitalnya.
Mu, neneknya IY, mengatakan bahwa IY sempat bungkam lantaran diancam pelaku dan pelaku ternyata mengiming-imingi IY dengan uang Rp 5000.
Pada Sabtu (27/12/2014) lalu, keluarga korban sempat melaporkan peristiwa tersebut ke Kepolisian Sektor Kedondong dan IY sempat dihantar visum ke RSUD Pesawaran yang kemudian kembali ke rumah. Ironisnya, pada Selasa (30/12/2014) IY mengalami pendarahan hebat, sehingga dilarikan lagi ke RSUD Pesawaran untuk mendapat pertolongan medis.
Kepolisian Sektor (Polsek) Kedondong menyatakan telah kehilangan jejak pelaku pemerkosa IY. Menurut Kepala Polsek Kedondong AKP Subandi, pelaku terlebih dahulu kabur sebelum polisi sempat menangkapnya. Subandi mengaku bahwa pihaknya sudah sempat menyanggongi kediaman pelaku. Namun, hasilnya nihil.
"Malam (setelah korban lapor) itu sembunyi-sembunyi diintip sama anggota saya, sudah nggak ada, infonya (lari) ke gunung," ujar Subandi saat dihubungi melalui ponselnya, seperti dilansir tribunlampung.co.id. Subandi mengaku pihaknya kewalahan menemukan pelaku, karena tidak mengetahui ciri-ciri pelaku.
"Kami kesulitan mengenali (pelaku) karena fotonya tidak dapat, di kediaman pelaku tidak ada foto," tuturnya. Subandi mengungkapkan bahwa korban kepada polisi mengaku telah diiming-imingi uang Rp 5000 oleh pelaku. (*)
