![]() |
| Bachtiar Basri |
BANDAR LAMPUNG - Hingga saat ini Upah Minimum Kota (UMK) Bandar Lampung belum menemukan tiitk terang. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Lampung mengaku kesulitan dalam penetapan angka tersebut.
Bahkan Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri menganggap remeh perubahan UMK tersebut. Sebab menurutnya angka UMK bukanlah segala-galanya, karena rejeki telah diatur oleh Tuhan.
"Itu kan (UMK) bukan segala-galanya, rejeki dari Allah. Permasalahan ini akan kita rundingkan lagi. Kalau mau saling sadar, bisa ketemu angkanya. Tapi kalau saling ngotot antara kepentingan pengusaha atau buruh saja, tidak ketemu," tukasnya saat ditemui di Tabek Indah, Natar, Lampung Selatan, Selasa (16/12/2014).
Bachtiar mengaku rumit dalam pembahasan tersebut. Sebab kata dia di satu sisi UMK merupakan domain pihak tripartit, yakni pengusaha,pemerintah dan buruh. Menurutnya, sebagai kepala daerah pihaknya memfasilitasi semua kepentingan masyarakat.
"UMK ini rumit, satu sisi domain dunia usaha dan satu sisi juga kami ingin memfasilitasi se pemerintah dan pengusaha," kata Bachtiar. Menurutnya, ketidak konsistenya nilai UMK dari Rp 1,8 juta, menjadi Rp 1,625 hasil dari evaluasi dari para pengusaha.
"Nilai ini berubah juga dampak dari kenaikan harga BBM (Bahan bakar minyak) yang tidak hanya tapi juga kepada pengusaha,karena perundinganya juga susah," ujar Bachtiar, seperti dilansir lampost.co.
Sebelumnya, wagub Lampung itu mengatakan bahwa UMK yang diusulkan masih akan dikaji kembali besarannya, hal itu mengingat adanya kenaikan harga BBM.
"Masih akan kami lihat kembali berapa pasnya, sehingga ketika diputuskan bisa diterima oleh semua pihak," kata Bachtiar Basri ketika ditemui di Hotel Novotel Lampung belum lama ini. (*)
"Nilai ini berubah juga dampak dari kenaikan harga BBM (Bahan bakar minyak) yang tidak hanya tapi juga kepada pengusaha,karena perundinganya juga susah," ujar Bachtiar, seperti dilansir lampost.co.
Sebelumnya, wagub Lampung itu mengatakan bahwa UMK yang diusulkan masih akan dikaji kembali besarannya, hal itu mengingat adanya kenaikan harga BBM.
"Masih akan kami lihat kembali berapa pasnya, sehingga ketika diputuskan bisa diterima oleh semua pihak," kata Bachtiar Basri ketika ditemui di Hotel Novotel Lampung belum lama ini. (*)
