Notification

×

TNI Anggap Tantangan Militan ISIS sebagai Propaganda

26 December 2014 | 18:10 WIB Last Updated 2014-12-26T11:10:23Z
M Fuad Basya
   
JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M Fuad Basya, enggan menanggapi tantangan anggota ISIS asal Indonesia. Menurutnya, materi video itu propaganda sehingga tidak perlu ditanggapi.

Diketahui, anggota negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) asal Indonesia yang mengaku bernama Abu Jandal al Indonesi muncul di jejaring sosial Youtube. Pria berjanggut tersebut menantang Panglima TNI Moeldoko berserta Polri dan Banser untuk turun ke medan perang.

"Saya enggak menanggapi karena itu propaganda. Kalau kita tanggapi nanti dianggap benaran di masyarakat," kata Fuad ketika dihubungi, Jumat (26/12/2014).

Menurutnya, pemerintah sudah mencoba membangun keamanan di masyarakat. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya video propaganda tersebut.

"Pemerintah sudah mencoba membangun, ini ada begini-begitu, kalau semua-semua ditanggapi itu yang mereka inginkan supaya menjadi polemik di masyarakat. Sebab itu TNI tak perlu menanggapinya," ujarnya, seperti dilansir viva.co.id.

Sebelumnya, beredar video dari militan negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang menantang Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia. Video itu dipublish 25 Desember 2014. Belum diketahui di mana video berdurasi 4 menit 01 detik ini direkam.

Tantangan ini disampaikan Abu Jandal Al Yamani Al Indonesi. Dalam pernyataannya, Abu Jandal menanggapi keinginan Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang ingin bergabung dengan negara-negara koalisi untuk membasmi kelompok ISIS di kawasan Asia Tenggara. (*)