Notification

×

Di Lampung, Menteri DPDTT Ajak Kades Ciptakan 'Gula-Gula'

06 December 2014 | 09:23 WIB Last Updated 2014-12-06T04:28:12Z
Marwan Jafar

LAMPUNG - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar mengajak kepada seluruh kepala desa (Kades) yang ada di Indonesia, untuk bisa menciptakan 'gula-gula' di daerahnya masing-masing agar dapat mengurangi arus urbanisasi.

Ajakan tersebut dikatakan Marwan pada saat dirinya mengunjungi Desa Sriwedari, Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, yang ada di Provinsi Lampung, Jumat (5/12/2014). Dan 'gula-gula' yang dimaksud, adalah pembangunan infrastruktur peningkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

"Kita ingin melakukan pembangunan dari pedesaan, misal menciptakan 'gula gula' di desa. Kalau desanya maju, warganya kan tidak perlu sampai pindah ke Jakarta atau jadi TKI," kata Marwan, Jumat.

Marwan juga menginstruksikan pada para Kades untuk membentuk BUMDES sesuai dengan potensi dari desa masing-masing. 

"Saya juga nanti membentuk koperasi di desa. Intinya menciptakan gula-gula di desa. Sehingga masyarakatnya tak perlu berpindah jika desanya maju," katanya.

Selain itu, Marwan pun meminta supaya para Kades dapat mempelajari teknologi internet. Sebab katanya, tahun depan 5.000 desa akan di fasilitasi jaringan dan perangkat desa online. 

"Jadi Pak Kades, belajarlah komputer, agar kita nanti bisa berkomunikasi secara online," kata dia.

Lebih lanjut, politikus asal PKB ini lantas mengingatkan, bahwa dana desa Rp1,4 miliar diperkirakan mulai cair pada April 2015 nanti. Karena itu, dia meminta pada aparatur desa mempersiapkan diri. 

"Kami minta aparatur desa agar mulai siap-siap. RPJMDes harus disiapkan," katanya.

Marwan mengharapkan agar dana desa itu bisa digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat desa yang sebesar-besarnya. 

"Jangan sampai diselewengkan karena ini kan untuk hajat hidup orang banyak. Terutama dengan rakyat yang ada di pedesaan itu sendiri," kata dia, seperti dilansir skalanews.com.

Kesiapan desa, tegas pria yang pernah menjabat sebagai anggota Komisi V DPR periode lalu ini, bakalan mempengaruhi bagi pelaksanaan pembangunan dan juga pemberdayaan desa. Pemerintah RI pun, kata Marwan, akan menyiapkan tenaga-tenaga pendamping desa.

"Mereka untuk mengawal dan membantu implementasi dana desa. Nantinya para pendamping ini akan memberikan segala asistensi di dalam proses pembangunan desa. Dimulai dari proses perencanaan, kemudian pembangunan, dan lalu hingga pelaporannya," katanya.

Dalam kesempatan ini Marwan secara simbolis menyerahkan bantuan sosial sebesar Rp10 miliar. Bantuan itu antara lain berupa alat kesehatan, pembangkit listrik tenaga surya, kapal feeder, dan bantuan penguatan kapasitas masyarakat serta lembaga kesehatan. (*)