![]() |
| Kereta Api Babaranjang. (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG UTARA - Lokomotif kereta api (KA) babaranjang dari Tanjung Karang menuju Muaraenim anjlok di jalur KA Km 112 + 1/2 Desa Melungun, Kecamatan Sungkai Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Kamis (4/12/2014) sekitar pukul 20.30 WIB.
Humas PT KAI Subddivre III.2 Tanjung Karang, Muhaimin membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya sudah mendapatkan informasi atas anjloknya lokomotif yang membawa gerbong babaranjang tanpa muatan.
"Yang anjlok lokomotif bernomor BR 32, dengan tiga roda bagian depannya anjlok," kata dia saat ditemui di stasiun Kereta Api Tanjung Kotabumi, Jumat (5/12/2014).
Akibat anjloknya kereta babaranjang, sejumlah penumpang kereta dari Tanjung Karang ke Palembang dan sebaliknya menumpuk di stasiun kereta api Kotabumi, dan stasiun kereta api Sungkai Utara.
Hal ini dibenarkan oleh salah satu penumpang, Desi. Dia mengaku pagi tadi dari Bandar Lampung menuju Palembang. Setibanya di stasiun kereta api Kotabumi, ia bersama dengan anak dan ibunya diturunkan.
"Saya dengar ada kereta anjlok antara Kecamatan Sungkai Selatan dengan Kecamatan Sungkai Utara. Saya naik kereta Limex Sriwijaya dari Tanjung Karang ke Kertapati pukul 07.10 WIB," katanya.
Dia menunggu saudaranya yang ada di Lampung Utara. "Saya menunggu mobil saudara untuk melanjutkan perjalanan," kata dia, seperti dilansir tribunnews.com.
Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, beberapa pihak terkait seperti Kepolisian Resort Lampung Utara, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja Lampung Utara memberikan bantuan angkutan.
Kabag Ops Polres Lampung Utara Kompol M Syahirul Rambe mengatakan, pihaknya sudah berjaga di stasiun kereta api Kotabumi dengan menurunkan beberapa personel, kendaraan dari Dalmas dan bus sebanyak dua unit.
"Kami akan bawa penumpang kereta api Limex dari Tanjungkarang ke Kertapati sebanyak 221 orang, menuju stasiun kereta api di Kecamatan Sungkai Utara. Begitu sebaliknya, nanti penumpang dari sana akan diangkut ke stasiun kereta api Kotabumi untuk melanjutkan perjalanannya," kata dia.
Sementara, Dinas Perhubungan Lampung Utara menyediakan tiga bus untuk mengangkut penumpang dari stasiun kereta api Kotabumi.
"Kita sudah berpartisipasi dengan membawa penumpang ke Sungkai Utara untuk melanjutkan perjalanan. Jumlah armada yang diturunkan sebanyak 3 bus, terdiri 1 bus sekolah dan satu bus biasa," katanya.
Dari pantauan, satu unit kendaraan dari Satpol PP Lampung Utara ikut diterjunkan. Proses evakuasi sudah dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Pasca turunnya penumpang, situasi dan kondisi di stasiun kereta api Kotabumi kondusif. (*)
Kabag Ops Polres Lampung Utara Kompol M Syahirul Rambe mengatakan, pihaknya sudah berjaga di stasiun kereta api Kotabumi dengan menurunkan beberapa personel, kendaraan dari Dalmas dan bus sebanyak dua unit.
"Kami akan bawa penumpang kereta api Limex dari Tanjungkarang ke Kertapati sebanyak 221 orang, menuju stasiun kereta api di Kecamatan Sungkai Utara. Begitu sebaliknya, nanti penumpang dari sana akan diangkut ke stasiun kereta api Kotabumi untuk melanjutkan perjalanannya," kata dia.
Sementara, Dinas Perhubungan Lampung Utara menyediakan tiga bus untuk mengangkut penumpang dari stasiun kereta api Kotabumi.
"Kita sudah berpartisipasi dengan membawa penumpang ke Sungkai Utara untuk melanjutkan perjalanan. Jumlah armada yang diturunkan sebanyak 3 bus, terdiri 1 bus sekolah dan satu bus biasa," katanya.
Dari pantauan, satu unit kendaraan dari Satpol PP Lampung Utara ikut diterjunkan. Proses evakuasi sudah dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Pasca turunnya penumpang, situasi dan kondisi di stasiun kereta api Kotabumi kondusif. (*)
