Notification

×

Ingin Jual Gedung Kementerian BUMN, Menteri Rini Dikecam DPR

17 December 2014 | 09:30 WIB Last Updated 2014-12-17T02:30:20Z

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengecam wacana dari Menteri BUMN, Rini Soemarno yang hendak menjual gedung kementeriannya, yang letaknya di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Fahri menilai wacana penjualan gedung Kementerian BUMN tersebut sangat tergesa-gesa. Karena, Rini tidak melakukan kajian yang matang dan mendalam terlebih dulu.

Rini seharusnya melakukan pembahasan terlebih dulu dengan pihak DPR RI, sebelum melontarkan wacana yang bernada sepihak tersebut. DPR, tutur Fahri, akan meminta pemerintah melakukan audit terlebih dulu.

"Kalau saya (DPR) usulkan pemerintah sebaiknya melakukan audit menyeluruh dulu, namanya audit ketersediaan gedung. Jangan langsung dijual seperti itu," kata Fahri saat dihubungi oleh wartawan dari Jakarta, Selasa (16/12/014).

Fahri yang merupakan politikus asal PKS ini pun mengaku heran dengan alasan Rini yang ingin menjual gedung tersebut dengan alasan efisiensi. Padahal, ungkap dia, banyak mata anggaran untuk pembangunan gedung baru.

"Itu ada di dalam APBN dan APBN-P 2014. Akan lebih tepat jika memanfaatkan sisa ruangan di gedung itu untuk kementerian/lembaga lain yang kekurangan gedung," kata Wakil Sekjen DPP PKS ini menegaskan.

Jika hal itu bisa dilakukan, tutur Fahri, maka rencana pembangunan gedung baru tersebut dapat dicoret. 

"Saya rasa presiden ini perlu tim yang mengerti mekanisme anggaran, supaya jangan ada kontroversi seperti ini," katanya, seperti dilansir skalanews.com.

Tidak Kreatif
 
Wakil Ketua DPR RI yang lainnya, Fadli Zon pun menyatakan kecamannya terhadap rencana penjualan gedung Kementerian BUMN itu. Menurutnya rencana menjual kepada Pemprov DKI Jakarta merupakan cara berpikir yang terbalik.

"Ini cara berpikirnya terbalik. Seharusnya, menteri itu cara berpikirnya kreatif. Kalau hanya menjual seperti itu, jangan. Nanti BUMN juga dijualin. Ini kan berbahaya," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa.

Politikus asal Partai Gerindra ini juga merasa aneh jika alasan Rini menjual Gedung BUMN karena tidak bisa memaksimalkannya. "Masak tak bisa efisiensi? Kalau perlu, BUMN lain berkantor disitu. Gedung lain disewakan," kata dia.

Hal senada juga dilontarkan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR, Dodi Reza Alex Noerdin. Dimana menurut dia, wacana penjualan gedung itu mencerminkan tidak mampunya Rini dalam membuat terobosan yang visioner.

"Pemikirannya seharusnya lebih visioner. Kalau sekadar jual, kurang kreatif. Harusnya Bu Rini mikirin BUMN yang mau kolaps, lahan terlantar, urusi itu saja. Jual gedung bukan urusan menteri BUMN," kata politikus asal Partai Golkar ini. (*)