Notification

×

Gubernur Ridho: Lampung Surplus Beras 780.725 Ton

24 December 2014 | 09:40 WIB Last Updated 2014-12-24T02:41:39Z
M Ridho Ficardo

LAMPUNG - Ketersediaan beras di Provinsi Lampung pada 2014 sebesar 1,8 juta ton lebih, dengan total konsumsi diperkirakan sebanyak 1,1 juta ton, sehingga terdapat surplus komoditas tersebut sebesar 780.725 ton.

"Produksi padi pada 2014 juga meningkat 113.291 ton gabah kering giling dibandingkan tahun lalu," kata Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, pada refleksi akhir tahun di gedung Bank Indonesia Provinsi Lampung, Selasa (23/12/2014).

Ia menyampaikan tidak hanya padi dan beras saja yang mengalami peningkatan produksi tetapi juga komoditas lain seperti jagung serta ubi kayu, .

Produksi jagung pada 2013 sebanyak 1,7 juta ton menjadi 1,8 juta ton pada 2014 dan ubi kayu dari 8,3 juta ton pada 2013 menjadi 9,7 juta ton pada tahun ini.

Khusus untuk perkebunan lanjutnya, Provinsi Lampung juga mendominasi komoditas secara nasional seperti kopi robusta sebanyak 22,6 persen dari produksi nasional, lada terbesar nomor dua nasional dengan kontribusi sebesar 25,4 persen. Lalu tebu juga terbesar dua nasional dengan kontribusi sebesar 25,19 persen.

Sementara itu, harga beras di sejumlah pasar di Kota Bandar Lampung naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2015, dan pasokannya tetap lancar karena Provinsi Lampung termasuk lumbung beras di Sumatera.

Menurut sejumlah pedagang beras di Pasar Tugu Bandar Lampung, harga beras termurah kini mencapai Rp9.000/kg, sedang yang premium sudah di atas Rp12.000/kg.

"Sulit mendapatkan beras asalan berharga Rp8.500/kg untuk sekarang ini. Harga beras rata-rata naik Rp500 sampai Rp1.000 untuk setiap kilogramnya," kata Edi Susanto, salah satu pedagang setempat, seperti dilansir ciputranews.com.

Ia menyebutkan, faktor utama kenaikan harga beras adalah kenaikan harga BBM, kesulitan mengeringkan gabah akibat musim hujan dan berkurangnya pasokan gabah dari petani karena sekarang ini baru memasuki musim tanam padi.

"Panen padi diperkirakan baru berlangsung pada Maret tahun depan," kata Edy. (*)