Notification

×

Ditipu Travel, Honor Guru SMPN 2 Bandar Lampung Dipotong

21 December 2014 | 15:31 WIB Last Updated 2016-05-14T01:17:52Z
Euis Tati Darnati

BANDAR LAMPUNG - Akibat penipuan tiket pesawat dari Jie Tour & Travel yang membatalkan study tour siswa SMP Negeri 2 Bandar Lampung, pihak sekolah langsung mengundang wali murid untuk membahas persoalan tersebut. 

Pertemuan menghasilkan kesepakatan bahwa siswa akan tetap study tour ke Bali. Dana diambil dari kas komite sekolah dan pemotongan honor para guru.

Kepala SMPN 2 Bandar Lampung Euis Tati Darnati mengatakan, ada beberapa poin kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan antara pihak sekolah dengan wali murid. Di antaranya, 136 siswa tetap berangkat ke Bali pada 5 Januari mendatang. Pihak sekolah, lanjut Euis, akan mencarikan donatur, pemotongan honor guru, dan mengambil dana dari kas komite SMPN 2.

"Nantinya kami terpaksa memotong honor guru, dana bimbingan, serta dana perbaikan sekolah sekalipun. Ini tidak lain untuk mengupayakan supaya study tour ini tetap terlaksana," kata Euis, saat ditemui seusai rapat di SMPN 2, Sabtu (20/12/2014). Kesepakatan lainnya, lanjut dia, keberangkatan siswa ke Bali lewat jalur darat.

Euis mengungkapkan, Jie Travel telah merugikan pihak sekolah dan siswa, Karena, para siswa telah menyetor biaya study tour sebesar Rp 3.950.000 per orang.
 
Disinggung komunikasi lanjutan pascakejadian tersebut, Euis mengaku selalu menghubungi Jie Soefirman, pemilik Jie Travel. Namun, kata dia, nomor telepon Jie Soefirman tidak bisa dihubungi. Sementara pesan singkat yang dikirim pun tidak pernah dibalas.

"Terakhir itu Jie bilang bus pengantar ke bandara masih isi solar. Habis itu tidak ada lanjutan komunikasi lagi. Kita juga sudah kirim guru ke sana untuk konfirmasi, tetapi tidak ada hasilnya," ucap Euis.

Perwakilan komite sekolah, Tabrani, mengatakan, kegiatan study tour akan tetap dijalankan. Keberangkatan menggunakan jalur darat mulai 5 sampai 11 Januari 2015.

Menurut dia, keputusan tetap melaksanakan study tour ini merupakan upaya sekolah untuk menjaga kondisi psikologi siswa. 

"Kita sampai kini tidak ada spekulasi terkait pihak ataupun oknum yang terlibat. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan polisi. Kita berharap penipu ini segera ditemukan dan dihukum," kata Tabrani.

Siswa Syok
Terpisah, pemandu study tour, Apri mengatakan hingga kini Jie Soefirman tak bisa dihubungi. Apri pun mengaku sudah mendatangi kantor Jie Travel di Jalan Arief Rahman Hakim. Namun, hasilnya nihil.

"Saya tidak ada kaitan dengan uang. Saya juga bukan karyawan Jie langsung. Tugas saya hanya memimpin SMPN 2 ke Bali. Malamnya kita masih ngobrol dengan Jie sampai jam setengah 10 malam. Subuh saya masih bisa kontak dia. Saya tidak punya feeling kalau kejadiannya begini. Ini pengalaman saya jadi pemandu yang diminta Jie Travel," paparnya ketika dihubungi.

Sementara itu, Ahmad Makhintu, orangtua dari siswa Aina Zatun, mengatakan, tertundanya study tour ini membuat putrinya syok. Bahkan, kata dia, Aina enggan pulang ke rumah. Ia menginap di rumah temannya sejak gagal berangkat study tour ke Bali.

"Anak saya tidak pulang ke rumah sejak batal berangkat ke Bali. Anak saya itu takut ketika saya tanya. Makanya dia menginap di rumah temannya. Saya kecewa dengan pihak sekolah. Tapi, ya namanya musibah, gimana lagi," kata dia, seperti dialnsir tribunlampung.co.id.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, saat ini pihaknya terus menyelidiki dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Jie Tour dan Travel.

"Masih dalam tahap lidik dan pemeriksaan saksi. Untuk sementara ini baru dua saksi yang sudah dimintai keterangan. Kan baru kemarin para korban melapor ke polisi," kata Dery. Ia memastikan petugas akan terus melacak keberadaan pemilik usaha travel tersebut. (*)