![]() |
| Indra Damin |
LAMPUNG - Sebanyak 50 rumah warga di Jalan Pramuka, RT 05, Dusun Kepayang, Kelurahan Rajabasa Pemuka, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, dilanda banjir lumpur, Senin (22/21/2014) sekitar pukul 17.00 WIB akibat hujan deras yang menyebabkan air di Kali Jambu meluap.
Selain 50 rumah warga yang terendam air bercampur lumpur, ada dua warga
yang mengendarai motor mengalami luka di kepala dan kaki, akibat terkena
robohnya pagar tembok yang ditancapkan benda tajam seperti, paku dan
beling. Keduanya lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Lampung untuk
mendapatkan perawatan.
“Korban merupakan warga yang baru mengontrak
rumah warga dan belum melapor, karena itu saya belum mengetahui nama
warga tersebut,” ujar Ketua RT 05, Kampung Kepayang, Indra Damin. Menurut dia, pagar tembok sepanjang 50 meter itu milik warga setempat, Hi. Roni.
“Tadi sore (kemarin), saat saya cek ketinggian air di tembok itu setinggi leher saya. Saya sudah berupaya menelpon pemiliknya yang sedang berada di Bandung. Tapi belum sempat mendapat solusi, tembok itu sudah ambruk duluan. Air bercampur lumpur dari dalam tembok itu meluap ke rumah warga termasuk rumah saya,” tutur Indra Damin.
Dijelaskan, banjir itu menyebabkan banyak barang-barang warga yang terendam air dan lumpur, seperti barang elektronik, kasur, dan bahan sembako. Warga berharap kepada pemerintah agar bisa membantu meringankan beban warga. Terhadap pemilik lokasi pagar tembok, Hi Roni, diharapkan agar bisa membantu kerugian warga meskipun tidak sepenuhnya.
“Tinggi air yang menggenangi rumah warga sekitar satu meter. Mengenai kerugian belum jelas. Tetapi sementara ini kerugian saya saja mencapai puluhan juta lebih, karena peralatan orgen tunggal saya semuanya terendam air. Sejak tahun 1979 saya tinggal di sini, ini yang pertamakalinya,” ungkap Indra Damin, seperti dilansir poskotanews.com.
Di lokasi, tidak hanya rumah warga saja yang terendam air dan lumpur. Sawah siap tanam yang terdapat bibit padi juga mengalami rusak parah. Nampak dua unit mobil dan puluhan petugas BPBD Bandar Lampung datang ke lokasi membantu warga membersihkan air dan lumpur menggunakan mesin penyedot air (alkon). (*)
“Tadi sore (kemarin), saat saya cek ketinggian air di tembok itu setinggi leher saya. Saya sudah berupaya menelpon pemiliknya yang sedang berada di Bandung. Tapi belum sempat mendapat solusi, tembok itu sudah ambruk duluan. Air bercampur lumpur dari dalam tembok itu meluap ke rumah warga termasuk rumah saya,” tutur Indra Damin.
Dijelaskan, banjir itu menyebabkan banyak barang-barang warga yang terendam air dan lumpur, seperti barang elektronik, kasur, dan bahan sembako. Warga berharap kepada pemerintah agar bisa membantu meringankan beban warga. Terhadap pemilik lokasi pagar tembok, Hi Roni, diharapkan agar bisa membantu kerugian warga meskipun tidak sepenuhnya.
“Tinggi air yang menggenangi rumah warga sekitar satu meter. Mengenai kerugian belum jelas. Tetapi sementara ini kerugian saya saja mencapai puluhan juta lebih, karena peralatan orgen tunggal saya semuanya terendam air. Sejak tahun 1979 saya tinggal di sini, ini yang pertamakalinya,” ungkap Indra Damin, seperti dilansir poskotanews.com.
Di lokasi, tidak hanya rumah warga saja yang terendam air dan lumpur. Sawah siap tanam yang terdapat bibit padi juga mengalami rusak parah. Nampak dua unit mobil dan puluhan petugas BPBD Bandar Lampung datang ke lokasi membantu warga membersihkan air dan lumpur menggunakan mesin penyedot air (alkon). (*)
