![]() |
| Anang Prihantoro |
JAKARTA - Nasib petani tidak semerbak seperti diucapkan pemerintah. Lihat saja seperti petani di Provinsi Lampung yang tidak dapat pupuk subsidi.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), asal Provinsi Lampung, Anang Prihantoro menerima laporan dari petani tentang tidak ada pupuk subsidi di tingkat petani.
Petani di Lampung tidak tahu kemana mencari pupuk subsidi menjelang musim tanam, tutur Anang saat berbincang pada Senin (22/12/2014) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
“Tapi bibit dan mesin bajak sudah diterima petani dalam kelompok tani,” kata anggota Komite II DPD RI yang membidangi pertanian itu.
Musim hujan tidak membuat petani mendapatkan air yang cukup. Beberapa lokasi pertanian mengalami kekurangan air akibat belum selesainya pengerjaan irigasi.
Saat musim hujan seperti saat ini tutur dia, air meluber kemana-mana dan tidak mengaliri saluran irigasi. Akibatnya petani tidak mendapatkan kecukupan air.
Petani saat menanam palawija (kedelai, kacang-kacangan, jagung) harus memanen lebih awal sebelum masa panen. Hal itu disebabkan akibat musim hujan yang turun lebih awal.
Hal serupa juga terjadi pada tanaman singkong. Para petani tidak mendapatkan informasi yang benar mengenai peruntukan air irigasi dari petugas.
Namun demikian ulas Anang menambahkan, kesalahan juga terjadi di tingkat petani karena memanfaatkan awal turun hujan untuk menanam palawija.
Gagal panen (panen lebih awal) melanda seribuan hektar lahan pertanian. “Seharusnya ada informasi yang tepat dan benar mengenai musim tanam,” kata dia, seperti dilansir sumbawanews.com.
Para petugas penyuluh pertanian diminta melakukan koordinasi menyampaikan informasi yang tepat ke seluruh tingkatan petani. (*)
