LAMPUNG - Dari tahun 2013, jumlah rumah tangga sasaran (RTS) penerima bantuan kompensasi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Lampung, tidak berubah.
Menurut Kepala Kantor Pos Indonesia Kota Bandar Lampung, Dadang Budi Ganjaran, total RTS di Provinsi Lampung mencapai 570.539 keluarga, seperti dilansir kompas.com.
"Terkait data bukan kewenangan kami. Di sini hanya pendistribusian wesel dari pemerintah pusat saja. Tapi jumlah itu kami terima persis dari Dinas Sosial Provinsi Lampung dan cenderung tidak berubah dari data penerima BLSM era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya," kata Dadang, Jumat (5/12/2014).
Berdasarkan pantauan, ada keluarga sasaran penerima bantuan justru menyalahgunakan bantuan itu.
"Terkait data bukan kewenangan kami. Di sini hanya pendistribusian wesel dari pemerintah pusat saja. Tapi jumlah itu kami terima persis dari Dinas Sosial Provinsi Lampung dan cenderung tidak berubah dari data penerima BLSM era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya," kata Dadang, Jumat (5/12/2014).
Berdasarkan pantauan, ada keluarga sasaran penerima bantuan justru menyalahgunakan bantuan itu.
Sohani (68), warga di Bandar Lampung, mengaku menerima bantuan untuk mengeramik lantai rumahnya.
"Lumayanlah, bisa buat tambah-tambah beli keramik rumah," kata dia.
Sementara itu, Ani (53) mengaku uang bantuan PSKS digunakannya membeli baju pesta.
"Buat tambahan beli baju pesta, kapan lagi dikasih uang sama pemerintah. Ya harus bisa dimanfaatkan dengan baiklah," katanya sambil tertawa. (*)
"Lumayanlah, bisa buat tambah-tambah beli keramik rumah," kata dia.
Sementara itu, Ani (53) mengaku uang bantuan PSKS digunakannya membeli baju pesta.
"Buat tambahan beli baju pesta, kapan lagi dikasih uang sama pemerintah. Ya harus bisa dimanfaatkan dengan baiklah," katanya sambil tertawa. (*)
