LAMPUNG - PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menganggarkan Rp 1,2 triliun untuk belanja modal (capital expenditures/ capex) tahun depan.
Rinciannya, Rp 600 miliar untuk pembangunan pabrik gula (sugar mill) di Terbanggi, Lampung; Rp 200 miliar untuk pembangunan pabrik minyak goreng di Way Lunik, Lampung dan Surabaya, Rp 200 miliar untuk pembangunan pabrik biodiesel di Way Lunik Lampung, Rp 100 miliar untuk pembangunan pabrik kelapa sawit di Muko, Bengkulu dan sisanya untuk perawatan pabrik dan tanaman existing.
"Kami masih akan menggunakan kombinasi kas perusahaan dengan pinjaman perbankan, untuk pembangunan pabrik gula di Terbanggi, Lampung sudah mendapatkan pinjaman dari salah satu perbankan plat merah (PT Bank Mandiri)," kata Direktur Utama PT Tunas Baru Lampung Tbk Sudarmo Tasmin dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (5/12/2014).
Selain itu, perusahaan juga menyediakan sebagian dari penerbitan 400 juta lembar saham baru (right issue) dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan harga Rp 715 per saham atau setara Rp 286 triliun, seprerti dilansir beritasatu.com.
Seperti diketahui, pabrik gula berkapasitas 8.000 ton cane day (TCD) di Terbanggi lampung ditargetkan selesai pada kuartal-III 2016. Sementara pabrik minyak goreng berkapasitas 1.000 ton per hari di Way Lunik Lampung ditargetkan selesai pada kuartal-I 2015 dan di Surabaya pada kuartal-III 2015. Pabrik kelapa sawit (KPS) berkapasitas 45 ton per jam di Muko Bengkulu ditargetkan selesai pada kuartal-IV 2015.
Perusahaan berharap dengan sejumlah ekspansi tersebut, penjualan tahun depan dapat meningkat dari target tahun ini sebesar Rp 6 triliun. Adapun, per kuartal-III 2014, perusahaan telah mencatatkan penjualan hingga Rp 4,49 triliun, naik 86 persen dari Rp 2,41 triliun setahun lalu. (*)
