AUSTRALIA - Ibu Mayang Prasetyo, WNI transgender yang dibunuh, dimutilasi dan dimasak suaminya sendiri di Brisbane, Australia angkat bicara.
Dalam wawancara eksklusif bersama courier-mail, Nining Sukarni menyebut sangat terpukul karena kehilangan putra sulungnya. Apalagi, sebut Nining, anak laki-lakinya itu menjadi tulang punggung keluarga.
Dikatakan Nining, Febri biasa ia menyebut Mayang, selalu mengirimkan uang untuk keluarganya di Lampung. Bahkan, Mayang yang membayarkan uang sekolah kedua adik perempuannya yang berumur 18 tahun dan 15 tahun.
"Dia yang menyekolahkan adiknya," kata Nining.
Nining membeberkan terakhir kali berkomunikasi dengan Mayang pada hari Kamis. Saat itu, Mayang mengatakan dirinya baik-baik saja, seperti dilansir metrotvnews.com.
Sebelumnya, seorang chef Marcus Peter Volke, 28 diketahui membunuh istrinya, WNI transgender asal Lampung, Mayang Prasetyo. Mayang berprofesi sebagai shemale, sebutan lain untuk perempuan transgender.
Di dunia maya ia menyebut dirinya sebagai "shemale Asia kelas atas." Mayang diketahui memasang tarif Rp6 juta per jam dalam sekali pertemuan. (*)
Dalam wawancara eksklusif bersama courier-mail, Nining Sukarni menyebut sangat terpukul karena kehilangan putra sulungnya. Apalagi, sebut Nining, anak laki-lakinya itu menjadi tulang punggung keluarga.
Dikatakan Nining, Febri biasa ia menyebut Mayang, selalu mengirimkan uang untuk keluarganya di Lampung. Bahkan, Mayang yang membayarkan uang sekolah kedua adik perempuannya yang berumur 18 tahun dan 15 tahun.
"Dia yang menyekolahkan adiknya," kata Nining.
Nining membeberkan terakhir kali berkomunikasi dengan Mayang pada hari Kamis. Saat itu, Mayang mengatakan dirinya baik-baik saja, seperti dilansir metrotvnews.com.
Sebelumnya, seorang chef Marcus Peter Volke, 28 diketahui membunuh istrinya, WNI transgender asal Lampung, Mayang Prasetyo. Mayang berprofesi sebagai shemale, sebutan lain untuk perempuan transgender.
Di dunia maya ia menyebut dirinya sebagai "shemale Asia kelas atas." Mayang diketahui memasang tarif Rp6 juta per jam dalam sekali pertemuan. (*)
