![]() |
| Arinal Djunaidi |
LAMPUNG - Provinsi Lampung menyatakan kesiapannya menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, mengingat potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada di Provinsi Lampung cukup besar.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan, pemerintah daerah bersama stakeholder lainnya seperti pengusaha maupun masyarakat Lampung harus siap menghadapi MEA, sehingga Lampung dapat bersaing dengan sembilan negara lainnya di Asean.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan, pemerintah daerah bersama stakeholder lainnya seperti pengusaha maupun masyarakat Lampung harus siap menghadapi MEA, sehingga Lampung dapat bersaing dengan sembilan negara lainnya di Asean.
Apalagi produksi maupun komoditas asal Lampung seperti kopi, nenas kaleng, udang, lada, pisang, kakao telah dikenal di dunia internasional.
Upaya lain agar produk dapat bersaing di pasaran global menurut Arinal, perlu adanya kreativitas produsen untuk membuat produk-produk yang kreatif yang mempunyai nilai jual tinggi, apalagi Lampung memiliki banyak produk UMKM.
"Kita perlu bekerjasama dengan stakeholder terkait, sehingga Lampung dapat bersaing dengan sembilan negara ASEAN lainnya dalam menghadapi MEA 2015." ujar Arinal Djunaidi, seperti dilansir rri.co.id, Jumat (10/10/2014).
Dijelaskan, jika Lampung tidak siap menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun 2015, dikhawatirkan barang-barang impor akan membanjiri Lampung, apalagi didalam MEA barang ekspor maupun impor akan bebas masuk dengan harga murah mengingat bea masuknya 0 persen atau non tarif.
"Agar dapat bersaing, tidak hanya dibutuhkan produk dengan kualitas terbaik tetapi juga industri yang kreatif," ujar Arinal. (*)
Upaya lain agar produk dapat bersaing di pasaran global menurut Arinal, perlu adanya kreativitas produsen untuk membuat produk-produk yang kreatif yang mempunyai nilai jual tinggi, apalagi Lampung memiliki banyak produk UMKM.
"Kita perlu bekerjasama dengan stakeholder terkait, sehingga Lampung dapat bersaing dengan sembilan negara ASEAN lainnya dalam menghadapi MEA 2015." ujar Arinal Djunaidi, seperti dilansir rri.co.id, Jumat (10/10/2014).
Dijelaskan, jika Lampung tidak siap menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun 2015, dikhawatirkan barang-barang impor akan membanjiri Lampung, apalagi didalam MEA barang ekspor maupun impor akan bebas masuk dengan harga murah mengingat bea masuknya 0 persen atau non tarif.
"Agar dapat bersaing, tidak hanya dibutuhkan produk dengan kualitas terbaik tetapi juga industri yang kreatif," ujar Arinal. (*)
