![]() |
| Bakhtiar Basri |
LAMPUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan mengecek kebenaran warganya yang dibunuh dan dimutilasi di Brisbane Australia.
"Saya belum mengetahui peristiwa pembunuhan disertai mutilasi tersebut, apalagi yang dibunuh itu merupakan warga Lampung, kami akan mengceknya," Wakil Gubernur Lampung Bakhtiar Basri, usai peringatan HUT ke-69 TNI di Bandar Lampung, Selasa (7/10/2014).
Ia mengatakan, apabila benar yang dibunuh dan dimutilasi di Australia itu warga Lampung, pihaknya akan menelusuri tempat tinggalnya. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti peristiwa pembunuhan di Australia tersebut.
"Sebenarnya saya belum baca koran terkait pembunuhan tersebut. Tapi kita akan coba menelusurinya kebenaran yang dibunuh itu warga Lampung atau bukan," kata Bakhtiar, seperti dilansir rimanews.com.
Sebelumnya diberitakan seorang warga negara Indonesia dibunuh dan dimutilasi oleh kekasihnya di Brisbane, Australia, demikian keterangan dari Direktur Informasi Kementerian Luar Negeri Sofia Sudharma, Senin (6/10/2014).
NI atas nama sementara Mayang Prasetyo pada Sabtu (4/10/2014) pukul 9 malam waktu Brisbane dibunuh, dimutilasi dan direbus oleh kekasihnya, Markus Peter Volke warga Australia di apartemen mereka di Teneriffe, Brisbane, Queensland.
Pelaku ketika akan ditangkap polisi melarikan diri kemudian bunuh diri sekitar 100 meter dari TKP dekat tong sampah. Pelaku dan korban sama-sama bekerja sebagai Chef di kapal pesiar. Korban berasal dari Melbourne dan baru pindah sementara ke Brisbane sekitar 6 bulan lalu.
KJRI sedang berkoordinasi dengan Polisi Brisbane yang sedang melakukan investigasi, namun hasilnya belum final. KJRI Sydney juga sedang berkoordinasi dengan KJRI Melbourne tentang detail informasi mengenai pembuhnuhan Mayang Prasetyo. (*)
"Saya belum mengetahui peristiwa pembunuhan disertai mutilasi tersebut, apalagi yang dibunuh itu merupakan warga Lampung, kami akan mengceknya," Wakil Gubernur Lampung Bakhtiar Basri, usai peringatan HUT ke-69 TNI di Bandar Lampung, Selasa (7/10/2014).
Ia mengatakan, apabila benar yang dibunuh dan dimutilasi di Australia itu warga Lampung, pihaknya akan menelusuri tempat tinggalnya. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti peristiwa pembunuhan di Australia tersebut.
"Sebenarnya saya belum baca koran terkait pembunuhan tersebut. Tapi kita akan coba menelusurinya kebenaran yang dibunuh itu warga Lampung atau bukan," kata Bakhtiar, seperti dilansir rimanews.com.
Sebelumnya diberitakan seorang warga negara Indonesia dibunuh dan dimutilasi oleh kekasihnya di Brisbane, Australia, demikian keterangan dari Direktur Informasi Kementerian Luar Negeri Sofia Sudharma, Senin (6/10/2014).
NI atas nama sementara Mayang Prasetyo pada Sabtu (4/10/2014) pukul 9 malam waktu Brisbane dibunuh, dimutilasi dan direbus oleh kekasihnya, Markus Peter Volke warga Australia di apartemen mereka di Teneriffe, Brisbane, Queensland.
Pelaku ketika akan ditangkap polisi melarikan diri kemudian bunuh diri sekitar 100 meter dari TKP dekat tong sampah. Pelaku dan korban sama-sama bekerja sebagai Chef di kapal pesiar. Korban berasal dari Melbourne dan baru pindah sementara ke Brisbane sekitar 6 bulan lalu.
KJRI sedang berkoordinasi dengan Polisi Brisbane yang sedang melakukan investigasi, namun hasilnya belum final. KJRI Sydney juga sedang berkoordinasi dengan KJRI Melbourne tentang detail informasi mengenai pembuhnuhan Mayang Prasetyo. (*)
