Notification

×

Orang Kepercayaan Gubernur Lampung Ditangkap Pakai Narkoba?

13 October 2014 | 15:39 WIB Last Updated 2014-10-13T08:47:13Z

LAMPUNG - Direktorat Narkoba Polda Lampung menggerebek Gedung Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lampung yang berada di Jalan DR Susilo, sekitar pukul 11.00, Sabtu (11/10/2014) lalu.
Dalam penggerebekan itu, kepolisian mengamankan JH dan ED beserta barang bukti berupa satu buah alat hisap (bong) dan satu paket kecil sabu senilai Rp350 ribu. 

Belum diketahui peran masing-masing tersangka dalam penggerebekan itu. Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, JH merupakan salah satu orang dekat Gubernur Lampung dan ED adalah pengusaha pemilik rumah makan di Bandar Lampung.

Berdasarkan penuturan salahsatu anggota Direktorat Narkoba Polda Lampung yang ikut dalam penggerebekan mengatakan, keduanya ditangkap sedang asik berpesta narkoba. Penggerebekan itu langsung di bawah perintah lapangan Subdit I Direktorat Narkoba Polda Lampung, AKBP Purba.

Sumber di Ditnarkoba Polda Lampung yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya penggrebekan tersebut. 

"Ya benar, ada penggrebekan di gedung PKK Lampung. Tapi saya tidak tahu siapa dan berapa orang yang diamankan dan apa saja barang bukti yang disita,” kata sumber tersebut. Ia pun membenarkan, penggrebekan itu dilakukan oleh Subdit I Ditnarkoba Polda Lampung. 

“Mungkin masih di lapangan, sebab biasanya kalau sehabis menangkap, tidak dibawa ke kantor dan langsung dilakukan pengembangan,” kata dia.

Menurutnya, barang bukti yang disita yakni seperangkat alat isap (bong) dan satu paket kecil sabu senilai Rp350 ribu. “Nggak tahu itu (JH) oknum PNS atau bukan, tapi setahu saya katanya orang kepercayaan Gubernur Lampung,” kata dia, seperti dilansir Pelita Nusantara.

Direktur Narkoba Polda Lampung, Kombes Edi Swasono, saat dikonfirmasi, mengaku belum mendapat informasi terkait penggerebekan tersebut. 

"Nah kok saya malah belum tahu mas, kok saya malah baru tahu dari sampean, saya belum dapat laporannya, " kata Edi, Minggu (12/10/2014).

Dia akan melakukan pengecekan terlebih dahulu kepada para anggotanya, yang melakukan penggrebekan tersebut untuk mengkroscek kebenaran hal tersebut. “Nanti akan saya kroscek dulu, siapa yang nangkap," ujarnya. Jika benar, sambung Edi, dirinya tidak akan menutup-nutupi hal tersebut.

”Akan saya cek dulu, tidak akan saya tutup-tutupi, kalau memang info itu benar. Nanti akan saya tanyakan ke subdit-subdit. Bagaimana saya mau menjelaskan, kalau laporannya belum ada ke saya,” kata dia. (*)