Notification

×

Menko Perekonomian Resmikan PLTU Lampung Tarahan Baru

09 October 2014 | 17:58 WIB Last Updated 2014-10-09T10:58:32Z

JAWA TIMUR - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Chairul Tanjung telah meresmikan 13 proyek Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sebagian besar proyek yang diresmikan oleh CT adalah proyek pembangkit Listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dalam sambutannya, CT meminta agar PLN berbenah diri dan meningkatkan performanya.

"Kita minta PLN melakukan transformasi. Listrik harus bisa menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi," pintanya, di Lapangan Banyu Urip Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (8/10/2014).

Pasalnya, listrik diperlukan untuk menopang roda bisnis perindustrian yang akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi meningkat.

"Kalau Indonesia mau jadi negara maju, harus menjadi negara industri. Agar industri bisa berkembang pesat dibutuhkan pasokan listrik yang besar," ujar CT, seperti dilansir metrotvnews.com.

Ke depannya, CT berharap PLN tidak cepat berpuas diri dan terus membangun Pembangkit listrik, khususnya di luar Pulau Jawa.

"Kita perlu kapasitas listrik yang banyak. Jadi musti bangun banyak pembangkit Listrik di seluruh Indonesia khususnya di luar Pulau Jawa. Supaya income mereka (penduduk di luar Pulau Jawa) bisa tinggi sama seperti (penduduk) di Pulau Jawa," tegasnya.

Sekadar informasi, proyek-proyek listrik yang diresmikan adalah sebagai berikut:

a. PLTU Nanggroe Aceh Darussalam-Nagan Raya Unit 1 dan 2, kapasitas 2x110 MW, untuk pasokan listrik terutama di wilayah Aceh dan Sumatera Utara dan potensi penghematan BBM sekitar 195 ribu kiloliter (KL) atau setara Rp1,67 triliun per tahun.

b. PLTU Kepulauan Riau-Tanjung Balai Karimun, kapasitas 2x7 MW, untuk pasokan listrik di Pulau Karimun dan potensi penghematan BBM sekitar 24 ribu KL atau setara Rp212 miliar per tahun.

c. PLTU Sumatera Barat-Teluk Sirih, kapasitas 2x112 MW, untuk pasokan listrik terutama di wilayah Sumatera Barat dan potensi penghematan BBM sekitar 397 ribu KL atau setara Rp3,4 triliun per tahun.

d. PLTU Lampung-Tarahan Baru Unit 1, kapasitas 100 MW, untuk pasokan listrik di wilayah Lampung dan potensi penghematan BBM sekitar 177 ribu KL atau setara Rp1,5 triliun per tahun.

e. PLTU 2 Jawa Barat-Pelabuhan Ratu, kapasitas 3x350 MW, untuk pasokan listrik terutama di wilayah Palabuhan Ratu, Jawa Barat bagian selatan, dan sistem Jawa Bali.

f. PLTU 3 Jawa Timur-Tanjung Awar-Awar Unit 1, kapasitas 350 MW, untuk pasokan listrik di Jawa Timur dan sistem Jawa Bali pada umumnya.

g. PLTU Sulawesi Selatan-Barru, kapasitas 2x50 MW, untuk pasokan listrik di wilayah Sulawesi Selatan dan potensi penghematan BBM sekitar 177 ribu KL atau setara Rp1,5 triliun per tahun.

h. PLTU Sulawesi Tenggara-Kendari Unit 1, kapasitas 10 MW, untuk pasokan listrik terutama di wilayah Sulawesi Tenggara dan potensi penghematan BBM sekitar 17 ribu KL atau setara Rp151 miliar per tahun.

i. PLTU Lombok-Mataram NTB unit 3, kapasitas 25 MW, untuk pasokan listrik di wilayah Lombok dan potensi penghematan BBM sekitar 44 ribu KL atau setara Rp379 miliar per tahun.

Sektor ketenagalistrikan telah memberikan kontribusi dalam penyediaan infrastruktur tenaga listrik khususnya di wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, dengan total daya sebesar 1.983 MW dan total investasi sebesar USD1,569 miliar.

j.  PLTP Patuha (1x55 MW), Patuha, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pengusahaan area Patuha dilaksanakan oleh PT. Geo Dipa Energi, di Wilayah Kuasa Pengusahaan Sumber Daya Panasbumi Pengalengan.

Total investasi proyek PLTP Patuha sekitar USD144 juta. Saat ini PLTP Patuha 55 MW telah mulai proses sinkronisasi dengan jaringan PT PLN, dan diharapkan produksi listrik yang dihasilkan dapat meningkatkan kehandalan sistem jaringan transmisi listrik utama Jawa-Madura-Bali (Jamali) PLN. (*)