TANGGAMUS - Seorang kader PKS Tanggamus, Lampung yang belakangan diketahui bernama Barmalisi, ditemukan tewas di sebuah kebun dengan kondisi yang sudah membiru. Korban diduga tewas karena tindak kejahatan.
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Humas DPW PKS Lampung, pada Minggu (5/10/2014) sore korban dari Kota Agung, Tanggamus tempat orang tuanya hendak menuju Bandar Lampung.
"Tapi dari Pak Akhmadi Sumaryanto, Anggota DPRD Lampung dapil Tanggamus menyampaikan, beliau itu Senin pagi main badminton di kantor DPD PKS Tanggamus," ujar Humas PKS Lampung, Sabique, Selasa (7/10/2014).
Lalu, beberapa saat ada kepala desa kota dalom, lokasi penemuan jenazah yang bersangkutan ketemu beliau di DPD PKS Tanggamus (kira-kira 1 km dari TKP). Bersama dengan kepala desa tersebut, melihat jenazah di lokasi penemuan.
"Awalnya memang Pak Akhmadi mengira dalam hati, jenazah agak mirip dengan akh Barmalisi. Namun karena masih belum yakin, Pak Akhmadi menelepon kader PKS di sekitar rumahnya untuk menanyakan ke orangtuanya. Dan kata orang tuanya Akh Barma, sudah berangkat ke Bandar Lampung. Termasuk Pak Akhmadi juga nelepon ke nomor yang bersangkutan, mati rupanya," urai Sabique, seperti dilansir pasberita.com.
Lama kelamaan, lanjut Sabique, ada beberapa kader PKS yang makin menguatkan jika yang bersangkutan adalah Barmalisi.
"Dari jenazah ditemukan lebam membiru di bagian kepala. Mungkin dipukul dengan benda tumpul. Kendaraan roda dua merek Honda Beat, tas, handphone hilang sepatu juga ndak ada," tutup Sabique.(*)
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Humas DPW PKS Lampung, pada Minggu (5/10/2014) sore korban dari Kota Agung, Tanggamus tempat orang tuanya hendak menuju Bandar Lampung.
"Tapi dari Pak Akhmadi Sumaryanto, Anggota DPRD Lampung dapil Tanggamus menyampaikan, beliau itu Senin pagi main badminton di kantor DPD PKS Tanggamus," ujar Humas PKS Lampung, Sabique, Selasa (7/10/2014).
Lalu, beberapa saat ada kepala desa kota dalom, lokasi penemuan jenazah yang bersangkutan ketemu beliau di DPD PKS Tanggamus (kira-kira 1 km dari TKP). Bersama dengan kepala desa tersebut, melihat jenazah di lokasi penemuan.
"Awalnya memang Pak Akhmadi mengira dalam hati, jenazah agak mirip dengan akh Barmalisi. Namun karena masih belum yakin, Pak Akhmadi menelepon kader PKS di sekitar rumahnya untuk menanyakan ke orangtuanya. Dan kata orang tuanya Akh Barma, sudah berangkat ke Bandar Lampung. Termasuk Pak Akhmadi juga nelepon ke nomor yang bersangkutan, mati rupanya," urai Sabique, seperti dilansir pasberita.com.
Lama kelamaan, lanjut Sabique, ada beberapa kader PKS yang makin menguatkan jika yang bersangkutan adalah Barmalisi.
"Dari jenazah ditemukan lebam membiru di bagian kepala. Mungkin dipukul dengan benda tumpul. Kendaraan roda dua merek Honda Beat, tas, handphone hilang sepatu juga ndak ada," tutup Sabique.(*)
