Notification

×

Ibu Korban Mutilasi Asal Lampung Mimpi Didatangi Anaknya

08 October 2014 | 00:16 WIB Last Updated 2014-10-07T17:18:19Z
Nining Sukarni

LAMPUNG -
Nining Sukarni (45), ibunda Mayang Prasetyo alias Febri Andriyansah (27), WNI asal Lampung yang dibunuh kekasihnya di Australia mengaku mendapatkan kabar kematian anaknya pada Minggu (5/10/2014) lalu dari teman-teman korban yang ada di Australia.

Malam itu teman-temannya dari Bali memberitahu tapi disarankan agar info tersebut jangan dipercaya dulu. Tapi setelah melihat kabar telah ditemukan ada mayat laki-laki dan perempuan, yang satunya dari Indonesia, keluarga percaya info tersebut.

"Ternyata firasat saya benar, beberapa waktu lalu mimpi anak saya datang dengan kawannya empat orang pakai baju hitam dan rambutnya digunting sampai habis. Sempat aku panggil tapi cuma noleh saja tidak ngomong sedikit pun," kata dia, Selasa (7/10/2014).

Korban bernama asli Febri Andriyansah kelahiran 13 Februari 1987, terakhir pulang pada saat lebaran haji tahun 2013 bersama Marcus.

"Febri datang ingin izin nikah di Denmark pada tanggal 1 Agustus 2013, mau bagaimana lagi keadaannya sudah seperti itu," katanya, seperti dilansir skalanews.com.

Terakhir memberikan kabar pada 2 Oktober, korban menanyakan neneknya yang sejak kecil tinggal bersamanya. Korban mempunyai usaha jual-beli binatang peliharaan di Krobokan, Bali.

Dia pun pergi ke Asutralia yang berencana mengembangkan usahanya. Aset yang ditinggalkan korban saat ini rumah dan mobil, sedangkan Marcus merupakan pekerja di kapal pesiar.

Diungkapkannya bahwa Febri Andriansyah diketahui ibunya memiliki cita-cita jadi artis, oleh karena itu setiap ada artis yang datang selalu ingin foto bareng. Dia mengetahui, anaknya telah operasi payudara saat di Thailand.

Terkait pemakaian nama Mayang Prasetyo, dia mengatakan, nama Mayang itu saat ramai atau mencuatnya artis Mayang Sari, istri Bambang Triatmojo. Sedangkan Prasetyo merupakan nama pacarnya yang terdahulu.

Keluarga korban pembunuhan oleh tersangka Marcus Peter Voleke di wilayah Teneriffe Brisbane, Australia, berharap kepada KBRI agar dapat memulangkan jasad Mayang Prasetyo.

"Kami berharap jasad korban dapat dipulangkan ke Indonesia melalui bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Australia, sebab ingin dimakamkan di sini," kata Nining. Dia mengatakan bahwa selama ini korban merupakan tulang punggung keluarga.

Mayang Prasetyo (27) korban pembunuhan sadis dengan cara di mutilasi lalu potongan tubuh direbus oleh pacarnya Marcus Peter Volke di sebuah apartemen di wilayah Teneriffe Brisbane Australia. Kasus ini terungkap setelah polisi Australia melakukan penggrebekan di apartemen milik Volke pada Sabtu (4/10/2014) sekitar pukul 21.00 WIB. (*)