Notification

×

Ayam Jamu Asli Lampung Dikembangkan di Metro

08 October 2014 | 19:33 WIB Last Updated 2014-10-08T12:33:57Z

LAMPUNG -
Provinsi Lampung punya inovasi unik di bidang peternakan. Para peternak di wilayah paling selatan Pulau Sumatera itu mengembangkan ayam jamu, yang diklaim lebih sehat dan bisa dibudidayakan dengan cara ramah lingkungan.

Budidaya ayam jamu berpusat di Kota Metro. Di kota yang banyak dihuni penduduk asal Jawa ini, ayam jamu dikembangkan di lahan-lahan telantar. Tak cuma beternak, warga Metro sudah mengembangkan industri ayam jamu terintegrasi, mulai pakan, rumah pemotongan, hingga pengolahan daging menjadi nugget.

Ayam jamu berasal dari bibit ayam broiler yang dipelihara secara probiotik atau tidak menggunakan bahan kimia antiobiotik. Jadi, daging ayam ini lebih sehat karena tidak mengandung residu kimia. Disebut ayam jamu karena unggas-unggas ini biasa diberi pakan tanaman obat, seperti sekam, merang, lempuyang, dan sambiloto.

Menurut Ketua Berkat Usaha Bersama--kelompok peternak ayam--Yulius Wahyu Hidayanto, budidaya ayam jamu dimulai pada 2008. Saat itu, masyarakat punya inisiatif untuk memanfaatkan lahan telantar agar menghasilkan uang. Cara budidaya khas ayam jamu dipilih karena tidak mencemari lingkungan. 

"Peternakannya tidak berbau, tidak mengundang lalat, dan menghasilkan ayam yang sehat," ujarnya, seperti dilansir tempo.co, Rabu (8/10/2014).

Selain budidaya yang bersih, Yulius mengklaim daging ayam jamu lebih sehat karena mengandung serat alami dan tidak mengandung banyak lemak. Keunggulan ini muncul karena ayam-ayam itu memakan tanaman obat. 

"Mirip ayam kampung," tuturnya. 

Tertarik untuk ikut mengembangkannya?