LAMPUNG SELATAN - Dua hari pasca tabrak lari yang menewaskan siswa SD Al Kautsar hingga meninggal, sopir dump truk Hino warna hijau bernomor polisi BE 9722 CD bernama Pitra Ari Gumanti (30) warga Metro Utara, diringkus jajaran Polres Lampung Selatan di rumahnya.
Sebelumnya, truk tersangka sempat dicat dengan cat baru untuk menghilangkan jejak. Bahkan dump truk tersebut sempat dilarikan ke arah Lampung Utara.
Kasatlantas Polres Lampung Selatan AKP Rully Thomas saat dikonfirmasi lampungonline.com menuturkan, kasus tabrak lari tersebut langsung ditangani oleh pihaknya. Berdasarkan penyidikan dan keterangan saksi-saksi, polisi menemukan truk tersebut di daerah Kali Balangan, Lampung Utara setelah dilakukan pengejaran, meski hanya menemukan kernet dan mobil tanpa sopir.
"Kami baru melakukan penangkapan tadi malam di rumah sopir yang sudah kami jadikan tersangka. Pelaku sempat hendak melarikan diri lewat pintu belakang," ujar AKP Rully Thomas, Rabu (17/9/2014).
Tersangka Pitra Ari Gumanti terancam hukuman tujuh tahun penjara sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Satu Tewas
Kasatlantas Polres Lampung Selatan AKP Rully Thomas saat dikonfirmasi lampungonline.com menuturkan, kasus tabrak lari tersebut langsung ditangani oleh pihaknya. Berdasarkan penyidikan dan keterangan saksi-saksi, polisi menemukan truk tersebut di daerah Kali Balangan, Lampung Utara setelah dilakukan pengejaran, meski hanya menemukan kernet dan mobil tanpa sopir.
"Kami baru melakukan penangkapan tadi malam di rumah sopir yang sudah kami jadikan tersangka. Pelaku sempat hendak melarikan diri lewat pintu belakang," ujar AKP Rully Thomas, Rabu (17/9/2014).
Tersangka Pitra Ari Gumanti terancam hukuman tujuh tahun penjara sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Satu Tewas
Diberitakan, saat pulang dari sekolah mobil Carry abodemen siswa SD Al Kautsar ditabrak Fuso di Jalinsum, Natar, Lampung Selatan. Akibatnya satu anak tewas saat dilarikan ke rumah sakit.
Menurut saksi mata Iskandar Silalahi, peristiwa kecelakaan itu terjadi tepat di depan Rumah Sakit Islam Natar, sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (15/9/2014).
"Saya sedang bekerja tambal ban, tidak tahu persis bagaimana tabrakannya, tapi yang pasti tiga anak mental dari mobil itu dan kondisinya parah di bagian wajah," kata dia. Iskandar sempat mengevakuasi beberapa anak yang menangis histeris.
Menurut saksi mata Iskandar Silalahi, peristiwa kecelakaan itu terjadi tepat di depan Rumah Sakit Islam Natar, sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (15/9/2014).
"Saya sedang bekerja tambal ban, tidak tahu persis bagaimana tabrakannya, tapi yang pasti tiga anak mental dari mobil itu dan kondisinya parah di bagian wajah," kata dia. Iskandar sempat mengevakuasi beberapa anak yang menangis histeris.
"Saya tidak berani menolong korban yang tergeletak di jalan," kata Silalahi. Karena panik, sejumlah saksi tidak sempat mencatat nomor polisi mobil yang lari setelah menabrak.
Informasi dari pihak Humas Gedung Rawat Inap Mahan Munyai RS Abdul Moeloek, Lampung Hasna, mengatakan korban meninggal bernama Najmi Salwa Marjolina (8) siswi Al Kautsar kelas 3 SD. Korban mengalami patah tulang leher, tulang pergelangan tangan, tulang selangka dan pelipis mengalami memar.
Sedangkan dua korban lainnya Ariel Pramudipta (11) kelas 5 SD dan Irgi Falih Erlito (8) masih dirawat intensif karena kritis. Sementara pihak kepolisian sudah menggali informasi dari sopir mobil carry Plat BE 2664 CB Ngadiran (58) warga Swadaya, Kecamatan Kedaton.
Sebelumnya Kapolsek Natar Kompol Agustiandaru menjelaskan mobil Fuso dari arah Bakauheni menambrak bagian belakang mobil abodemen itu.
"Memang medannya agak menikung, jadi posisi Carry yang sebelah kanan tiba-tiba disalip Fuso dan kehilangan keseimbangan," ujar dia. Pihaknya merasa kesulitan mendapatkan identitas Fuso tersebut karena tak satu pun saksi yang mengingat plat truk tersebut. Pengemudi truk tersebut melarikan diri ke arah Tegineneng dan tak berhasil ditemukan. (Henk Widi)
Informasi dari pihak Humas Gedung Rawat Inap Mahan Munyai RS Abdul Moeloek, Lampung Hasna, mengatakan korban meninggal bernama Najmi Salwa Marjolina (8) siswi Al Kautsar kelas 3 SD. Korban mengalami patah tulang leher, tulang pergelangan tangan, tulang selangka dan pelipis mengalami memar.
Sedangkan dua korban lainnya Ariel Pramudipta (11) kelas 5 SD dan Irgi Falih Erlito (8) masih dirawat intensif karena kritis. Sementara pihak kepolisian sudah menggali informasi dari sopir mobil carry Plat BE 2664 CB Ngadiran (58) warga Swadaya, Kecamatan Kedaton.
Sebelumnya Kapolsek Natar Kompol Agustiandaru menjelaskan mobil Fuso dari arah Bakauheni menambrak bagian belakang mobil abodemen itu.
"Memang medannya agak menikung, jadi posisi Carry yang sebelah kanan tiba-tiba disalip Fuso dan kehilangan keseimbangan," ujar dia. Pihaknya merasa kesulitan mendapatkan identitas Fuso tersebut karena tak satu pun saksi yang mengingat plat truk tersebut. Pengemudi truk tersebut melarikan diri ke arah Tegineneng dan tak berhasil ditemukan. (Henk Widi)
