LAMPUNG - Pemanggilan tiga pejabat dekanat Fakultas Teknik Universitas Lampung (FT Unila), yaitu Dekan Suharno, Wakil Dekan III Panca Nugrahini, dan Ketua Jurusan Teknik Sipil Idharmahadi Adha, harus tertunda hingga Senin (22/9/2014) besok.
Terhambatnya pemanggilan ini dikarenakan surat panggilan yang telah siap dikirimkan belum ditandatangani Wakil Rektor (WR) II Bidang Umum dan Keuangan Dwi Haryono. Pasalnya, Dwi masih berada di Bali dalam rangka kunjungan kerja.
Kasubbag Tata Usaha dan Protokol Unila Sumardjo Jeffry membenarkan hal tersebut. Dia mengakui surat itu telah disiapkan dan tinggal menunggu tanda tangan WR II Dwi Haryono.
’’Paling lambat Senin,” ujarnya melalui telepon, seperti dilansir dari radarlampung.co.id, Sabtu (20/9/2014).
Dekan FT Suharno yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan hal yang sama.
Dekan FT Suharno yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan hal yang sama.
’’Belum ada itu (surat panggilan, red),” katanya singkat. Dekan yang dikenal irit bicara ini pun enggan memberikan bocoran mengenai apa yang akan dia sampaikan pada rektor nanti.
"Nggak masalah. Berjalan sesuai prosedur saja. Normal saja lah. Ditanya apa, ya dijawab," ujarnya.
Saat disinggung mengenai sanksi yang akan dijatuhkan kepada mahasiswa senior yang terbukti melakukan tindak kekerasan, Suharno mengaku menunggu hasil laporan investigasi dari tim yang ia bentuk.
"Nggak masalah. Berjalan sesuai prosedur saja. Normal saja lah. Ditanya apa, ya dijawab," ujarnya.
Saat disinggung mengenai sanksi yang akan dijatuhkan kepada mahasiswa senior yang terbukti melakukan tindak kekerasan, Suharno mengaku menunggu hasil laporan investigasi dari tim yang ia bentuk.
’’Kalau terbukti bersalah, ya diberi sanksi. Kita harus pegang asas praduga tak bersalah. Tunggu dahulu hasil investigasi dari ketua jurusan ya,” katanya.
Dalam kesempatan wawancara kemarin, Suharno juga mengklarifikasi terkait kabar bahwa dirinya enggan ditemui dan dihubungi via telepon.
Dalam kesempatan wawancara kemarin, Suharno juga mengklarifikasi terkait kabar bahwa dirinya enggan ditemui dan dihubungi via telepon.
’’Kemarin kan baru ada wisuda, saya sedang teken ini (menunjukkan transkrip nilai). Kasihan mereka mau melamar kerja. Selain itu, saya juga fokus menjalankan tridarma perguruan tinggi, yakni penelitian. Tidak benar saya sulit ditelepon. Daerah rumah saya sering hilang sinyal. SMS pun terkadang baru masuk selang beberapa jam,” paparnya.
Terpisah, Wakil Dekan III FT Panca Nugrahini juga terkesan menutup diri dari awak media. Saat dihubungi untuk ditanyai perihal kesiapannya ketika dipanggil rektor pun, Panca terdengar seperti kaget saat mengetahui yang menelepon adalah wartawan koran ini.
’’Saya no comment dulu ya. Assalamualaikum,” katanya seraya menutup sambungan telepon. Padahal, wartawan koran ini belum selesai mengajukan pertanyaan.
Mengundurkan Diri
Terpisah, Wakil Dekan III FT Panca Nugrahini juga terkesan menutup diri dari awak media. Saat dihubungi untuk ditanyai perihal kesiapannya ketika dipanggil rektor pun, Panca terdengar seperti kaget saat mengetahui yang menelepon adalah wartawan koran ini.
’’Saya no comment dulu ya. Assalamualaikum,” katanya seraya menutup sambungan telepon. Padahal, wartawan koran ini belum selesai mengajukan pertanyaan.
Mengundurkan Diri
Dari informasi yang dihimpun melalui Humas Unila, sepanjang 2011 hingga September 2014 ini sebanyak 148 mahasiswa Unila mengundurkan diri. Pada tahun ini saja tercatat sudah 33 mahasiswa mundur.
Kasubbag Humas Unila M. Badrul Huda menjelaskan, mahasiswa yang mundur disebabkan masa studi yang hampir habis.
Kasubbag Humas Unila M. Badrul Huda menjelaskan, mahasiswa yang mundur disebabkan masa studi yang hampir habis.
’’Ya daripada di-DO (drop out), mereka lebih memilih mengurus surat pengunduran diri,” jelasnya.
Alasan lainnya, di tengah masa studinya, ada mahasiswa yang menginginkan pindah ke fakultas lain. Ditanyakan apakah ada indikasi mengundurkan diri yang disebabkan perpeloncoan, Badrul tidak menampik hal itu. Mahasiswa, menurutnya, cenderung menutup diri kalau penyebab mundurnya karena masalah pribadi.
Di lain tempat, wali mahasiswa salah satu jurusan di FT melaporkan aksi pelonco belum sepenuhnya hilang di tubuh FT.
Alasan lainnya, di tengah masa studinya, ada mahasiswa yang menginginkan pindah ke fakultas lain. Ditanyakan apakah ada indikasi mengundurkan diri yang disebabkan perpeloncoan, Badrul tidak menampik hal itu. Mahasiswa, menurutnya, cenderung menutup diri kalau penyebab mundurnya karena masalah pribadi.
Di lain tempat, wali mahasiswa salah satu jurusan di FT melaporkan aksi pelonco belum sepenuhnya hilang di tubuh FT.
’’Keponakan saya diminta ikut kakak seniornya dan dibentak-bentak kemarin sore,” ujar pria yang meminta namanya tidak dikorankan itu.
Dalam penjelasannya semalam, dia menilai Dekan Suharno beserta jajarannya tak sanggup memimpin FT. Untuk itu, ia meminta jajaran pimpinan FT mundur dari jabatannya.
’’Percuma punya gelar profesor, tetapi tidak punya ketegasan. Percuma juga ada edaran pelarangan makrab (malam keakraban) dan sebagainya kalau masih ada yang kucing-kucingan mengadakan. Keponakan saya makin tertekan kalau terus diintimidasi oleh seniornya. Bahkan rencananya, keponakan saya ingin pindah fakultas jika tak ada ketegasan. Intinya, saya minta dekan FT mundur!” tandasnya. (*)
Dalam penjelasannya semalam, dia menilai Dekan Suharno beserta jajarannya tak sanggup memimpin FT. Untuk itu, ia meminta jajaran pimpinan FT mundur dari jabatannya.
’’Percuma punya gelar profesor, tetapi tidak punya ketegasan. Percuma juga ada edaran pelarangan makrab (malam keakraban) dan sebagainya kalau masih ada yang kucing-kucingan mengadakan. Keponakan saya makin tertekan kalau terus diintimidasi oleh seniornya. Bahkan rencananya, keponakan saya ingin pindah fakultas jika tak ada ketegasan. Intinya, saya minta dekan FT mundur!” tandasnya. (*)
