Notification

×

Tips Mengatasi Nyeri Otot Saat Mudik

01 August 2014 | 22:37 WIB Last Updated 2014-08-01T15:37:17Z

JAKARTA - Menempuh perjalanan yang cukup jauh dan berjuang dengan susah payah di tengah kemacetan berkendara, kiranya telah terbayar lunas semua ketika bertemu orangtua, sanak kerabat, dan handai taulan untuk berhari raya dan bersilaturahmi di saat Lebaran ini.

Namun ketika masa-masa itu telah selesai dan mengharuskan kita kembali ke rumah kita sendiri serta kembali ke aktivitas dan kesibukan normal kita, maka kembali kita harus menempuh jarak ratusan kilometer lagi dengan susah payah dan penuh resiko yang mungkin saja bisa mengancam jiwa dan nyawanya.

Tentu saja dalam suasana pulang-pergi mudik tersebut berpotensi membuat otot menegang yang kerap sekali berujung pada timbulnya nyeri otot alias mialgia. Untuk mengatasi Nyeri Otot (Mialgia)  setelah perjalanan mudik yang sangat melelahkan ada bebera tips untuk para pemudik.

Bagi sopir dan pengemudi roda dua, nyeri atau pegal di otot kaki bisa terjadi karena harus bolak-balik menginjak pedal gas, rem, atau kopling dan duduk yang telalu lama berkendara.

Sementara itu, bagi penumpang, nyeri bisa muncul di leher atau punggung lantaran tidurnya tak senyaman di rumah. Untuk para pemudik bersepeda motor, nyeri bisa menyerang di punggung atau leher karena sekian jam mereka harus duduk di atas sadel dengan mata menteleng agar motor tidak meleng.

Untuk kita ketahui Mialgia adalah suatu keadaan dimana badan terasa pegal-pegal, mulai diakibatkan oleh olah raga yang menyebabkan tubuh merengang terlalu banyak. Mialgia yang tanpa adanya cedera biasanya disebabkan oleh infeksi dari virus.

Cara mengatasi Mialgia atau nyeri otot pada tubuh kita, ada beberapa cara yang harus kita lakukan, diantaranya.

1. Salah satunya melakukan peregangan pada waktu tertentu. Misalnya, setelah dua jam perjalanan, hentikan kendaraan, lalu berjalan berkeliling di lokasi itu, regangkan kaki ke bawah, atas, kanan, dan kiri. Paha, lutut, dan pinggang juga mesti diregangkan.

Aktivitas peregangan ini perlu dilakukan baik oleh pengemudi maupun penumpang yang selama perjalanan hanya duduk atau tertidur.

2. Berbaring, Jika sudah sampai di tujuan, hendaklah berbaring di lantai, lalu tangan diangkat ke atas kepala, dan kaki dijulurkan. Lakukan hal itu 5-10 menit. Aktivitas ini akan membuat tubuh rileks setelah berjam-jam hanya duduk dan banyak sendi terlipat sehingga peredaran darah tidak lancar. Beres berbaring, mandilah dengan air hangat agar peredaran darah semakin lancar dan otot kian rileks.

3. Pijatan, Pada kondisi nyeri otot biasa, memijat boleh dilakukan. Sebab, pemijatan juga bisa membantu peregangan otot karena nyeri otot biasa perlu mendapat tekanan. Namun pada kondisi nyeri tertentu tidak boleh dilakukan pemijatan. 

Kondisi itu antara lain nyeri yang diikuti dengan peradangan, pembengkakan (tumor), warna kulit kemerahan (rubor), permukaan kulit terasa panas saat dipegang (calor), rasa nyeri (dolor), atau penurunan fungsi (fungsiolesa), seperti nyeri sampai tak bisa menunduk atau mengambil barang.

4. Penggunaan obat topikal, yakni obat yang penggunaannya di lokasi yang nyeri (lokal), seperti koyo, obat gosok (liniment), dan obat usap (krim atau salep). Bila obat ini belum membantu, barulah obat-obatan penghilang nyeri (analgesik) yang diminum menjadi pilihan, seperti yang mengandung parasetamol atau asam mefenamat.

Jika dalam tiga hari pengobatan sejak penggunaan obat topikal rasa nyeri otot tak kunjung reda, maka penderita harus berobat ke dokter. Karena bisa jadi myalgia itu bukan myalgia biasa, melainkan karena cedera atau hal-hal lain, sehingga diperlukan diagnose lebih lanjut untuk mencari penyebab dan pengobatan oleh dokter.

Dengan serangkaian upaya itu, mialgia tidak berkepanjangan dan tidur bisa lebih nyaman. semoga tips ini bermanfaat untuk para pemudik yang melakukan perjalanan jauh.