BANDAR LAMPUNG - Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengatakan, sektor Pajak Perhotelan, dan Restoran di Bandar Lampung mampu menyumbang PAD sebesar Rp 50 miliar setiap tahunnya.
Hal tersebut disampaikan Herman HN saat menghadiri acara Halal bi Halal yang diselenggarakan Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung, di Bandar Lampung, Selasa (19/8/2014).
"PHRI telah banyak membantu dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Bandar Lampung," jelas wali kota.
Dari banyaknya hotel dan restoran yang berkembang, maka PAD Kota Bandar Lampung juga meningkat pesat. Saat ini juga bayak hotel yang sedang dibangun yang sudah mendapat ijin dari pemerintah kota Bandar Lampung.
Menurutnya, dengan banyaknya hotel tersebut juga tentunya akan membutuhkan sekitar 3.000 tenaga kerja, yang juga artinya dapat mengurangi angka pengangguran.
"Dari 10 persen pajak pendapatan hotel dan restoran mampu menyumbang hampir Rp 50 miliar yang masuk ke PAD, sehingga dapat terlaksananya berbagai pembangunan di Kota Bandar Lampung," ujar Herman HN, seperti dilansir rri.co.id.
Di samping itu, dari sektor perhotelan dan restoran juga membantu melalui pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak parkir yang disumbangkan ke PAD kota Bandar Lampung.
"Saya mendoakan agar perusahaan perhotelan dan restoran di Bandar Lampung semakin maju dan banyak pengunjung. Saya juga akan terus berupaya agar tamu-tamu dari luar daerah akan semakin banyak berkunjung, yang mana Kota Bandar Lampung, banyak menjadi contoh nasional, sehingga hal tersebut juga memacu daerah lain untuk berkunjung dan mencontoh, salah satunya dalam peningkatan PAD," urai Herman HN.
"Saat saya menjadi wali kota pada tahun 2010 lalu, PAD Kota Bandar Lampung hanya Rp 80 miliar. Namun sekitar tiga tahun kemudian, PAD Kota Bandar Lampung meningkat pesat hingga saat ini sudah mencapai Rp 438 miliar," imbuh wali kota.
Hal tersebut disampaikan Herman HN saat menghadiri acara Halal bi Halal yang diselenggarakan Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung, di Bandar Lampung, Selasa (19/8/2014).
"PHRI telah banyak membantu dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Bandar Lampung," jelas wali kota.
Dari banyaknya hotel dan restoran yang berkembang, maka PAD Kota Bandar Lampung juga meningkat pesat. Saat ini juga bayak hotel yang sedang dibangun yang sudah mendapat ijin dari pemerintah kota Bandar Lampung.
Menurutnya, dengan banyaknya hotel tersebut juga tentunya akan membutuhkan sekitar 3.000 tenaga kerja, yang juga artinya dapat mengurangi angka pengangguran.
"Dari 10 persen pajak pendapatan hotel dan restoran mampu menyumbang hampir Rp 50 miliar yang masuk ke PAD, sehingga dapat terlaksananya berbagai pembangunan di Kota Bandar Lampung," ujar Herman HN, seperti dilansir rri.co.id.
Di samping itu, dari sektor perhotelan dan restoran juga membantu melalui pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak parkir yang disumbangkan ke PAD kota Bandar Lampung.
"Saya mendoakan agar perusahaan perhotelan dan restoran di Bandar Lampung semakin maju dan banyak pengunjung. Saya juga akan terus berupaya agar tamu-tamu dari luar daerah akan semakin banyak berkunjung, yang mana Kota Bandar Lampung, banyak menjadi contoh nasional, sehingga hal tersebut juga memacu daerah lain untuk berkunjung dan mencontoh, salah satunya dalam peningkatan PAD," urai Herman HN.
"Saat saya menjadi wali kota pada tahun 2010 lalu, PAD Kota Bandar Lampung hanya Rp 80 miliar. Namun sekitar tiga tahun kemudian, PAD Kota Bandar Lampung meningkat pesat hingga saat ini sudah mencapai Rp 438 miliar," imbuh wali kota.
