![]() |
| Kondisi jalan rusak di bawah fly over Antasari, Bandar Lampung. (ist) |
BANDAR LAMPUNG - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandar Lampung mengaku pesimis jika perbaikan 800 ruas jalan yang di janjikan oleh pemerintah kota setempat bisa selesai tahun ini. Dikarenakan sampai saat ini masih dalam proses tender ulang.
Kepala Bidang Bina Marga PU Bandar Lampung, Samsul mengaku dalam proses tersebut akan selesai dalam 35 hari lagi.
"Bulan depan kita upayakan sudah akan dikerjakan proyek tersebut," ujar Samsul saat di temui di lingkungan kantor Dinas PU Bandar Lampung, Kamis (7/8/2014).
Samsul menyatakan memang cukup berat untuk bisa diselesaikan, namun pihaknya optimis akan bisa selesai pada tahun ini.
"Setelah itu pengerjaan jalan dilakukan, dan pastinya akan kita tegaskan kepada rekanan untuk langsung mengerjakan jalan tersebut, siapapun pemenang tendernya, paling dua sampai tiga bulan," ungkapnya.
Agar bisa tepat waktu, dalam pengerjaan, pihaknya akan terus mengawasi setiap rekanan yang mengerjakan jalan.
"Kami akan terus mengawasi rekanan yang mengerjakan jalan, agar cepat selesai," kata Samsul.
Ia mengaku sudah menjelaskan kepada pihak rekanan terkait gagalnya proses lelang tender yang gagal sebesar 65 persen tersebut.
"Bohong kalau mereka mengaku tidak tahu alasan kami, karena kami sudah jelas memberikan keterangan ke mereka melalui e-mail masing-masing pengaju tender jelas disana ada alasan-alasannya," paparnya.
Namun, ketika ditanya terkait kejelasan alasan mengapa proses tender tersebut dibatalkan, dia tidak mau memberitahukan lebih lanjut, bahkan dia menyuruh wartawan melihat LPSE.
"Tinggal lihat saja di situ (LPSE) sudah ada semua memang ada paswordnya dan setiap rekanan juga bisa melihat. Di situ (LPSE) semuanya lengkap. Yang jelas alasannya administrasi rekanan," kata dia.
Terpisah, Kepala Dinas PU Bandar Lampung Ibrahim menyatakan alasan proses tender ulang disebabkan karena masalah administrasi dan berkas yang masih kurang.
Terkait dengan 800 ruas jalan, Ibrahim menyebutkan sudah lebih dari setengahnya diselesaikan.
Ia mengaku sudah menjelaskan kepada pihak rekanan terkait gagalnya proses lelang tender yang gagal sebesar 65 persen tersebut.
"Bohong kalau mereka mengaku tidak tahu alasan kami, karena kami sudah jelas memberikan keterangan ke mereka melalui e-mail masing-masing pengaju tender jelas disana ada alasan-alasannya," paparnya.
Namun, ketika ditanya terkait kejelasan alasan mengapa proses tender tersebut dibatalkan, dia tidak mau memberitahukan lebih lanjut, bahkan dia menyuruh wartawan melihat LPSE.
"Tinggal lihat saja di situ (LPSE) sudah ada semua memang ada paswordnya dan setiap rekanan juga bisa melihat. Di situ (LPSE) semuanya lengkap. Yang jelas alasannya administrasi rekanan," kata dia.
Terpisah, Kepala Dinas PU Bandar Lampung Ibrahim menyatakan alasan proses tender ulang disebabkan karena masalah administrasi dan berkas yang masih kurang.
Terkait dengan 800 ruas jalan, Ibrahim menyebutkan sudah lebih dari setengahnya diselesaikan.
"Sudah 400 ruas jalan kita selesaikan," kata Ibrahim saat di temui sidak bersama Walikota Bandar Lampung, Herman HN, seperti dilansir kupastuntas.co.
Dalam pengerjaan jalan, ia menyatakan akan fokus kepada perbaikan jalan bawah fly over Gajah Mada-Djuanda. Pihaknya akan mengerjakannya pada pertengahan Agustus ini dengan anggaran mencapai miliaran rupiah.
"Kami akan fokus dulu ke jalan bawah fly over Gajah Mada, karena kondisinya sudah rusak parah, biayanya sebesar dua sampai tiga miliaran," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Gabungan Pengusaha Kontruksi Nasional (Gapeknas) Bandar Lampung Hamonagan Napitupulu, menyayangkan lemahnya kinerja Dinas PU setempat. Ia pun pesimis pengerjaan perbaikan jalan yang ditender ulang selesai pada tahun ini.
"Perlu diketahui, proyek PU yang di tender ulang sebesar 65 persen, dengan jangka waktu kurang lebih tiga bulan ini. Saya tidak yakin bisa selesai di tahun ini, karena waktu proses lelang saja memakan waktu 45 hari dan baru melanjutkan pekerjaan," ujar Hamonangan.
Menurutnya, Dinas PU pun sepertinya merahasiakan mengapa proyek ditender ulang. Dia pun meminta kepada Dinas PU harus memberikan penjelasan kepada rekanan.
"Saya sebagai ketua Gapeknas Bandar Lampung meminta dinas PU harus menjelaskan kepada rekanan mengapa ditender ulang. Apa sebabnya proyek yang 65 persen ini di tunda," ungkapnya.
Dalam pengerjaan jalan, ia menyatakan akan fokus kepada perbaikan jalan bawah fly over Gajah Mada-Djuanda. Pihaknya akan mengerjakannya pada pertengahan Agustus ini dengan anggaran mencapai miliaran rupiah.
"Kami akan fokus dulu ke jalan bawah fly over Gajah Mada, karena kondisinya sudah rusak parah, biayanya sebesar dua sampai tiga miliaran," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Gabungan Pengusaha Kontruksi Nasional (Gapeknas) Bandar Lampung Hamonagan Napitupulu, menyayangkan lemahnya kinerja Dinas PU setempat. Ia pun pesimis pengerjaan perbaikan jalan yang ditender ulang selesai pada tahun ini.
"Perlu diketahui, proyek PU yang di tender ulang sebesar 65 persen, dengan jangka waktu kurang lebih tiga bulan ini. Saya tidak yakin bisa selesai di tahun ini, karena waktu proses lelang saja memakan waktu 45 hari dan baru melanjutkan pekerjaan," ujar Hamonangan.
Menurutnya, Dinas PU pun sepertinya merahasiakan mengapa proyek ditender ulang. Dia pun meminta kepada Dinas PU harus memberikan penjelasan kepada rekanan.
"Saya sebagai ketua Gapeknas Bandar Lampung meminta dinas PU harus menjelaskan kepada rekanan mengapa ditender ulang. Apa sebabnya proyek yang 65 persen ini di tunda," ungkapnya.
